Geger Penemuan Mayat Pria Tergantung dalam Rumah Kosong di Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 24 September 2025 19:54 WITA
336 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Seorang pria berinisial JA (28) ditemukan tidak bernyawa dalam kondisi tergantung dalam rumah kosong di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Berdasarkan hasil penyelidikan, korban diketahui kerap berhalusinasi akibat pengaruh obat terlarang.
"Dari keterangan keluarga, korban diketahui baru kembali dari Kalimantan sekitar tiga bulan lalu. Sejak itu, perilakunya berubah dan sempat mengalami halusinasi hingga menjalani pengobatan tradisional. Korban juga diduga terindikasi mengonsumsi obat-obatan terlarang," kata Kapolsek Binuang, Iptu Rahman dalam keterangannya, Rabu (24/09/2025).
Peristiwa yang gegerkan warga itu terjadi di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Rabu pagi (24/09) sekira pukul 06.30 WITA. Korban ditemukan tergantung di rumah kakaknya bernama Jamaluddin yang saat ini berdomisili di Malaysia.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi, warga sekitar sempat mendengar suara aktivitas dari rumah tempat korban ditemukan, Rabu dini hari (24/09) sekira pukul 02.00 WITA.
"Namun suara tersebut terhenti beberapa saat kemudian," ungkap Rahman.
Menurut Rahman, jenazah pertama kali ditemukan oleh ibu korban ketika hendak mencuci pakaian. Dia curiga melihat pintu rumah anaknya yang selama ini diketahui kosong dalam kondisi terbuka.
"Pagi harinya, ibu korban yang hendak mencuci pakaian anaknya merasa curiga karena pintu rumah terbuka. Saat masuk, dia mendapati korban sudah tidak bernyawa dan segera meminta pertolongan warga," tuturnya.
Lebih lanjut Rahman mengungkap jika pihaknya sudah mendatangi tempat kejadian peristiwa (tkp) untuk melakukan penyelidikan. Diakui, pihak keluarga diwakili istri korban bernama Farida bersama kepala desa setempat menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. (rls/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
