POLEWALI MANDAR,- Sejumlah warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) terekam kamera saat menandu jenazah melewati kawasan hutan hingga menyeberangi sungai. Warga memilih jalur tersebut lantaran akses jalan utama menuju rumah almarhum rusak parah dan sulit dilalui kendaraan.
“Jalan utama rusak parah, terputus. Jadi terpaksa lewat jalan pintas lewat hutan dan menyeberangi Sungai,” ujar salah satu warga, Yusuf Bannangpute kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (02/05/2026).
Jenazah yang ditandu warga diketahui bernama Jusri (34) warga Dusun Lakkese, Desa Bulo, Kecamatan Lenggo. Jusri meninggal saat jalani perawatan di Puskesmas Bulo, Selasa lalu (28/04).
“Kejadian tanggal 28, star dari Lakkese menuju Puskesmas. Tidak lama di Puskesmas, karena kondisinya sudah sekarat meninggal,” ungkapnya.
Lanjut Yusuf mengatakan, jenazah sempat diantar menggunakan mobil menuju Dusun Biru di Desa Patambanua, Kecamatan Bulo. Kemudian ditandu sejauh 10 kilometer menuju kampung halamannya selama lebih kurang tiga jam.
“Dipulangkan pakai mobil lewat dusun Biru, Patambanua. Ditandu kurang lebih 10 kilometer sekitar 3 jam,” ucapnya.
Diakui Yusuf, perjuangan warga menandu jenazah akibat buruknya infrastruktur jalan hingga sulit dilalui kendaraan bukan baru pertama kali terjadi di desanya. Menurutnya, sejumlah titik jalan menuju Desa Lenggo tak kunjung mendapat perhatian karena masuk kawasan hutan.
“Kendala sehingga akses jalan itu sampai saat ini tidak diperbaiki karena statusnya masuk kawasan hutan. Jadi setiap ada warga dari kampung yang sakit dan harus jalani perawatan terpaksa kami tandu, karena jalan tidak bisa dilalui kendaraan, begitupun kalau ada yang meninggal di rumah sakit juga harus ditandu kembali ke kampung,” jelasnya.
Yusuf berharap, pemerintah mencari sosusi agar akses jalan yang melewati kawasan hutan menuju Desa Lenggo dapat segera dibenahi. Terkait kekhawatiran ada warga yang membangun rumah di kawasan hutan jika akses jalan diperbaiki, Yusuf menjamin hal tersebut tidak akan terjadi.
“Jadi sekali lagi kami mohon kepada pemerintah, bantu kami, perbaiki akses jalan kami. Kalau memang ketakutannya ada warga yang membangun rumah di kawasan hutan, saya jamin itu tidak akan terjadi, seluruh warga siap bertanda tangan, bersedia tidak bikin rumah di sepanjang jalan masuk kawasan hutan lindung,” pungkasnya meyakinkan.
Sementara Camat Bulo yang juga pelakasana tugas Kepala Desa Lenggo, Ahmad tidak merespon saat wartawan mencoba mengkonfirmasi melalui nomor Whatsapp miliknya. Pesan singkat yang dikirim wartawan juga tidak dibalas.
Dalam potongan video pendek yang dilihat wartawan, tampak sejumlah pria dewasa memikul tandu jenazah yang terbuat dari bambu. Tandu tersebut dipikul sambil berjalan kaki melewati jalan setapak di tengah hutan.
Selain itu, warga juga terlihat memikul tandu jenazah sambil menyeberangi sungai sedalam pinggang orang dewasa. (thaya)
