DLHK Teliti Gumpalan Mirip Busa di Polman – Puskesmas Mapilli Periksa Warga usai ‘Mandi Busa'
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 10 Oktober 2022 19:27 WITA
578 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Fenomena kemunculan gumpalan berwarna putih mirip busa di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, diteliti petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLKH) setempat. Pihak kesehatan juga memeriksa kondisi warga usai masuk ke tengah gumpalan layaknya mandi busa.
“Hal itu kita lakukan sebagai upaya antisipasi, jangan sampai ada dampak negative yang ditimbulkan, karena kita belum tahu apa penyebab kemunculan busa itu, jangan sampai karena pestisida atau unsur lain yang berbahaya bagi manusia,”kata Kepala Puskesmas Mapilli, Saldi Kursani kepada wartawan, Senin (10/10/2022).
Menurut Saldi, pemeriksaan warga dilakukan petugas surveilans dari Puskesmas Mapilli, Senin (10/10). Dirinya menyebut, sejumlah warga yang telah diperiksa, mengaku tidak merasakan dampak apapun, setelah bermain di tengah gumpalan mirip busa itu.
“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada satupun warga yang mengaku merasakan dampak negatif seperti gatal di kulit usai mandi busa, tapi mereka sudah kami imbau agar langsung melapor kepada petugas jika merasakan gejala,”bebernya.
Sementara itu, petugas dari DLHK Kabupaten Polewali Mandar mengaku telah mengambil sampel yang akan diteliti di laboratorium, untuk memastikan penyebab terbentuknya gumpalan berwarna putih mirip busa itu.
"Kami sudah mengambil sampel busa tersebut. kami belum pastikan apa penyebabnya sehingga perlu diteliti di laboratorium dulu,"kata Kepala Seksi Pengawas Lingkungan DLKH Polman, Ari Wahyudi yang dikonfirmasi terpisah.
Sebelumnya diberitakan, fenomena kemunculan gumpalan berwarna putih mirip busa, gegerkan warga Desa Beroangin, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (9/10). Gumpalan tersebut tampak menutupi aliran air pada anak sungai yang berada di tengah areal perkebunan.
“Tadi pagi saya lihat, waktu mau ke sumur saya heran kenapa ada warna putih-putih, terus saya panggil anak-anak ke sini,”kata warga setempat, Arifin kepada wartawan, Minggu (09/10/2022).
Warga lain bernama Abdul Majid memperkirakan penyebab kemunculan gumpalan mirip busa itu bukan karena deterjen, melainkan fenomena alam bukti kebesaran Tuhan.
“Pengamatan saya bukan karena sabun, biasanya busa sabun kalau kita angkat hancur, tidak berbau juga, rasa-rasa sabun atau yang lain tidak ada, sangat mengherankan, mungkin ini fenomena alam bukti kekuasaan Allah,“pungkasnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
