DKPPKB Sulbar Rutin Timbang - Ukur Balita untuk Cegah Stunting
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 13 Februari 2026 18:38 WITA
95 tayangan
1 menit baca
MAMUJU,- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbarr), terus memperkuat upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok ibu dan anak. Salah satunya dengan melakukan penimbangan dan pengukuran balita.
Berdasarkan data DKPPKB, penimbangan dan pengukuran balita di Sulbar telah mencapai 67,78 persen dari total sasaran sepanjang tahun 2025. Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan secara berkelanjutan di seluruh wilayah kabupaten.
Kabupaten Pasangkayu menjadi daerah dengan capaian tertinggi sebesar 80,60 persen, sementara Kabupaten Mamuju Tengah mencatat capaian terendah sebesar 61,04 persen.
Meski demikian, seluruh kabupaten menunjukkan tren positif dalam pelaksanaan layanan pemantauan kesehatan balita.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa penimbangan dan pengukuran balita memiliki peran strategis sebagai langkah awal dalam deteksi dini risiko gangguan pertumbuhan anak, terutama untuk mencegah terjadinya stunting.
“Penimbangan dan pengukuran balita secara rutin menjadi fondasi penting dalam upaya pencegahan stunting. Data yang dihasilkan sangat menentukan arah kebijakan dan intervensi gizi yang tepat sasaran,” kata Nursyamsi dalam keterangannya, Rabu (28/01/2026).
Dia menambahkan, DKPPKB Sulbar juga terus mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan Program PAsti PADU, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem melalui intervensi gizi, edukasi keluarga, serta pemberdayaan masyarakat. (Rls)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.