Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

DKPPKB Sulbar Imbau Warga Pakai Masker Imbas Asap Karhutla Meluas

Penulis / Redaksi: admin
Senin, 5 Oktober 2026 20:41 WITA 147 tayangan 2 menit baca
DKPPKB Sulbar Imbau Warga Pakai Masker Imbas Asap Karhutla Meluas
Foto ilustrasi / Dokumentasi kesehatan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMUJU,- Warga di Sulawesi Barat (Sulbar) diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap yang timbul akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sebab, asap yang dihasilkan membawa partikel dan zat pencemar yang dapat menurunkan kualitas udara dan masuk ke saluran pernapasan. Imbauan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim. Dia menyebut paparan asap dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan. “Paparan asap dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari iritasi hidung, batuk dan pilek, tenggorokan terasa perih, mata merah dan berair, hingga sesak atau kesulitan bernapas. Karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan asap dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan jika mengalami keluhan yang semakin berat,” ujar Nursyamsi dalam keterangannya, Senin (05/10/2026). Dia juga menyebut sejumlah kelompok rentan tertular penyakit akibat paparan asap Karhutla. Diantaranya anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan riwayat penyakit asma, paru, hingga jantung. Nursyamsi mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda bahaya akibat paparan asap, seperti sesak berat, sulit bernapas, nyeri dada, anak tampak lemas, atau kondisi kesehatan yang semakin memburuk. “Jika tanda tersebut muncul, masyarakat segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan,” ujarnya. Selain itu, dia juga mengajak masyarakat ambil bagian dalam pencegahan Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. “Upaya menjaga kualitas udara, mengurangi paparan asap, menggunakan masker saat diperlukan, serta menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan bersama,” tandasnya. Menurut Nursyamsi, perlindungan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah kabupaten, hingga masyarakat perlu bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan, sehingga dampak karhutla terhadap kesehatan dapat diminimalkan.(rls).
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman