MAPILLI,- Kondisi Badu (60 tahun), warga Dusun Sumael, Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, yang sejak lima tahun terakhir, seorang diri hidup memprihatinkan dalam gubuk miliknya, terus mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Setelah sebelumnya pemerintah melalui Puskesmas Mapilli mengirimkan petugas untuk memeriksa kondisi pria lanjut usia tersebut, perhatian juga datang dari Direktur Yayasan Mandar Indonesia (YMI) Fredy Akbar, yang mengunjungi Badu di gubuknya, Jumat sore (03/01/20).
Dalam kunjungannya, Fredy berkesempatan memeriksa kondisi Badu, yang diketahui menderita penyakit, membuatnya harus rela kehilangan jari-jari kedua tangannya, “ Andai saja kondisi bapak badu cepat mendapat penanganan medis, tentu kondisinya tidak akan separah seperti sekarang ini “ ungkap Fredy.
Fredy yang juga dosen di Akper YPPP Wonomulyo tersebut, juga berharap kepada warga sekitar khususnya pihak keluarga, agar tidak mengucilkan dan memberikan dukungan kepada Badu untuk terus berobat, demi kesembuhannya, “ Warga jangan takut, asalkan rutin minum obat, Insya Allah, penyakitnya bisa sembuh walau kondisinya tidak akan kembali seperti semula “ harap Fredy.

Beberapa waktu lalu, pihak Puskesmas Mapilli, telah mengirim petugas untuk memeriksa kondisi Badu, termasuk mengambil sampel darah, untuk memastikan penyakit yang dideritanya, “ Dari hasil pemeriksaan laboratorium, Badu diketahui menderita penyakit morbos hansen “ ujar Kepala UPTD Puskesmas Mapilli, H Saldy Kursani, yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
H Saldy mengaku, telah memberikan obat dan memerintahkan petugasnya melakukan pemeriksaan rutin terhadap Badu, “ Pengobatan langsung dilakukan, setiap bulan petugas dari puskesmas akan turun melakukan pemeriksaan, karena proses pengobatannya berlangsung lama, bisa sampai setahun, setiap hari harus rutin mengkomsumsi obat yang telah diberikan “ pungkas H Saldy. (Thaya)