Ditandu di Jalan Terjal Mamasa, Wanita Muda Berjuang Melahirkan di Tengah Sulitnya Akses Kesehatan
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 19 September 2026 21:04 WITA
140 tayangan
4 menit baca
MAMASA,- Sejumlah pria berjalan kaki menyusuri jalanan terjal dan berliku sambil memikul tandu sederhana. Di atas tandu yang terbuat dari kain sarung dengan penyangga bambu itu, seroang ibu muda bernama Salmawati (17) berjuang menahan sakit demi mendapatkan pertolongan medis.
Pemandangan tersebut terjadi di Dusun Sambaho, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (19/09). Warga terpaksa menandu Salmawati lantaran kondisi jalan dari kampung halamannya menuju Puskemas Mambi, masih rusak parah dan sulit dilalui kendaraan.
Mengandalkan tenaga dan semangat gotong royong, warga berupaya membawa Salmawati keluar dari wilayah yang tidak dapat dijangkau mobil itu. Mereka berjalan kaki melewati medan yang terjal dan berliku, menempuh perjalanan berkilometer-kilometer agar ibu muda tersebut dapat melakukan persalinan di Puskesmas.
Namun, perjuangan warga itu tidak berjalan sesuai rencana. Salmawati tiba-tiba merasakan sakit tak tertahankan. Sekitar satu kilometer sebelum lokasi yang bisa dijangkau mobil.
Salmawati akhirnya dievakuasi ke rumah warga terdekat, untuk menjalani persalinan darurat.
“Bersalin darurat di rumah warga karena sudah tidak tahan,” ujar salah seorang warga, Ahmad, kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (19/09/2026).
Ahmad mengatakan, perjuangan warga membawa Salmawati dimulai sekitar pukul 14.00 Wita. Dari rumahnya di Dusun Sambaho, warga bergotong royong menandu Salmawati menuju Puskesmas Mambi dengan harapan proses persalinannya dapat berlangsung di fasilitas kesehatan.
Dalam perjalanan Salmawati juga didamapingi seorang seorang bidan desa bernama Nurwahida. Kehadiran tenaga kesehatan itu sangat penting untuk memantau kondisi Salmawati selama perjalanan menuju tempat pelayanan medis
“Persalinannya dibantu ibu bidan yang mendampingi. Sebelum magrib, sekitar pukul setengah enam, melahirkan. Satu kilo sebelum mencapai lokasi penjemputan sudah merasa kesakitan, terpaksa bersalin di rumah warga,” jelas Ahmad.
Meski bersalin darurat di rumah warga, Salmawati diketahui dalam kondisi baik-baik saja. Dia melahirkan seorang bayi laki-laki.
Hanya saja, bayi tersebut sempat mengalami kesulitan bernapas sehingga harus segera dievakuasi ke Puskesmas Mambi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Alhamdulillah, proses persalinan Ibu Salmawati berjalan lancar. Si ibu dalam keadaan sehat. Anaknya dievakuasi ke Puskesmas karena sempat sulit bernapas, jadi kami bawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan intensif,” ujar Nurwahida.
Nurwahida mengaku sempat merasa khawatir saat mendampingi persalinan tersebut. Selain masih berusia 17 tahun, Salmawati juga baru pertama kali melahirkan sehingga dianggap memerlukan perhatian khusus.
“Ibu ini termasuk kategori risiko tinggi karena masih terlalu muda, apalagi anak pertama. Tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” tandasnya.
Peristiwa yang dialami Salmawati ternyata bukan kali pertama terjadi di daerah ini. Diketahui, warga telah lama menghadapi kesulitan akibat buruknya infrastruktur jalan, terutama ketika harus membawa anggota keluarga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Warga lain, Yahya mengatakan, kondisi jalan yang rusak membuat masyarakat harus mengandalkan tenaga manusia untuk mengangkut pasien sakit menuju fasilitas kesehatan.
“Ini bukan pertama kali, sejak dulu kita harus menandu warga jika ingin mendapat perawatan di Puskesmas,” ucapnya.
Menurut Yahya, ruas jalan rusak menuju Desa Pamoseang yang menjadi kendala warga tersebut memiliki panjang sekitar tujuh kilometer. Akibatnya, warga harus berjalan kaki hingga mencapai titik yang bisa dilalui kendaraan untuk melanjutkan perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
“Mobil tidak bisa masuk karena jalan rusak, sekitar tujuh kilo baru ada (dijangkau) mobil. Harapan kami, pemerintah segera perbaiki ini jalan agar warga tidak lagi kesulitan,” pungkasnya.
Perjuangan warga mengantarkan Salmawati menuju fasilitas kesehatan terekam kamera warga. Dalam potongan video pendek yang beredar, terlihat sejumlah pria dewasa bergotong royong memikul tandu yang terbuat dari kain sarung dengan penyangga bambu.
Mereka berjalan kaki menyusuri jalanan terjal dan berliku, membawa Salmawati menuju lokasi yang dapat dijangkau kendaraan.
Tampak pula seorang warga turut berjalan kaki sambil mengibarkan bendera Merah Putih. Bendera itu merupakan simbol perjuangan warga setempat melewati jalan rusak demi mengantarkan seorang ibu muda mendapatkan pertolongan medis.
Perjuangan tersebut menyisakan harapan agar perbaikan infrastruktur segera dilakukan, sehingga warga tidak lagi harus mempertaruhkan tenaga dan waktu untuk mendapatkan pelayanan medis. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
