Diduga Sebar Hoax , IRT Nangis Diklarifikasi Satgas Covid-19 Wonomulyo
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 4 September 2020 18:01 WITA
692 tayangan
2 menit baca
WONOMULYO,- Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial RN (16 Tahun), warga Desa Sugihwaras, Kabupaten Polewali Mandar, diketahui menangis saat diklarifikasi Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Wonomulyo. Dia diduga telah menyebarkan Hoax alias berita tidak benar, terkait warga yang terkonfirmasi Covid-19.
Proses klarifikasi berlangsung di Kantor Camat Wonomulyo, Jumat siang (04/09/20).
Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Wonomulyo Samiaji mengatakan, klarifikasi dilakukan, setelah ditemukan postingan milik RN pada akun media sosial Facebook miliknya, menyebut, hasil swab salah seorang warga di daerah ini yang diketahui positif Covid-19, adalah hoax, “ Jadi kamis sore kemarin, RN diketahui telah menulis status pada akun facebook miliknya, menyatakan bahwa hasil swab positif salah satu warga di daerah ini yang terkonfirmasi Covid-19 adalah hoax “, kata Samiaji, saat dijumpai di kantornya usai melakukan klarifikasi terhadap RN.
Lanjut kata Samiaji, untuk menguatkan postingannya itu, RN menyertakan foto hasil swab salah satu warga di daerah ini yang telah negatif Covid-19, setelah sebelumnya positif dan sempat jalani perawatan, “ Jadi dia ikut memposting foto hasil swab warga yang negatif, padahal hasil swab itu milik warga yang memang sudah menjalani perawatan di rumah sakit dan dipulangkan setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19 “, jelasnya.
Menurut Samiaji, berdasarkan hasil klarifikasi yang dilakukan bersama anggota Satgas Covid-19 lainnya, RN mengaku membuat postingan tersebut atas permintaan warga yang sebelumnya terkonfirmasi Covid-19. Harapannya agar masyarakat tidak khawatir karena yang bersangkutan telah sembuh dari Covid-19, “ Jadi memang awalnya tujuannya baik, untuk membantu salah seorang warga kita yang sempat terkonfirmasi Covid-19. Hanya saja postingan yang awalnya ingin menyampaikan bahwa warga yang bersangkutan sudah sembuh, justru menimbulkan keresahan, karena RN justru menuliskan postingan bahwa hasil swab salah seorang warga di daerah ini yang dinyatakan positif Covid-19 adalah hoax “, terang pria yang akrab disapa Abang ini.
Atas perbuaannya itu, RN mengaku bersalah dan meminta maaf, “ Tadi dia sudah mengakui kesalahannya, dia meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya “, pungkas Samiaji. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.