Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Derita Bocah Miskin di Polewali, Buang Kotoran Melalui Perut

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 7 Desember 2018 18:37 WITA 1,052 tayangan 2 menit baca
Derita Bocah Miskin di Polewali, Buang Kotoran Melalui Perut
Foto ilustrasi / Dokumentasi kesehatan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
Polewali,- Nasib malang ini, dialami Ahmad Mubarak (2,5 Tahun), bungsu dari enam bersaudara, anak pasangan suami istri Aco dan Naimah, warga Lingkungan BTN Stadion, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kab.Polman. Sejak dilahirkan, bocah malang ini menderita kelainan, lantaran tidak memiliki lubang anus. Akibatnya, untuk buang kotoran, harus dilakukan melalui perut yang dibuat dokter bedah. “ Saat usia Ahmad memasuki 2 bulan, dia dibawa ke rumah sakit untuk di periksa. Menurut dokter, satu-satunya jalan harus dibuatkan lubang pembuangan disamping perutnya. Namun karena usia masih sangat muda, makanya saat itu operasi di tunda hingga berusia 6 bulan. Dokter membuat lubang dan memasang selang pembuangan di samping perutnya. Hingga kini, jika hendak buang air besar, hanya melalui lubang disamping perutnya “ jelas sang ibu Namiah, kepada wartawan, pada hari Jumat (07/12/18). Lanjut Namiah mengungkapkan, sejak  mengandung, ia rutin memerikasakan kandungannya pada bidan, dan tidak pernah disebutkan adanya kelainan "Sejak mengandung biasa memang ada yang lain saya rasa, tapi bidan bilang tidak apa-apa ji. Saya juga tidak pernah minum obat lain saat hamil" katanya. Masih kata Najamiah, bahwa proses persalinan yang dilaluinya berlangsung normal di rumah bidan desa setempat. "Mungkin sudah ini jalan yang diberikan oleh Allah Swt, tetap saya sukuri," ungkapnya. Selain tidak memiliki anus, Ahmad Mubarak juga tidak memiliki lubang pembuangan air kecil, serta kekurangan fisik lain, yakni bibir sumbing, tidak memiliki langit langit dalam mulut. "Kalau kencing tidak melalui alat kelaminnya, tapi ada lubang kecil di samping alat kelaminnya," terangnya. Kedua orang tua berharap dapat melakukan operasi agar Ahmad Mubarak dapat hidup normal seperti anak-anak pada umumnya, namun hal tersebut urung dilakukan karena terkedala biaya operasi. Apalagi penghasilan sang ayah sebagai penambang pasir, sangat pas-pasan, terkadang tidak cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Sementara sang ibu hanya ibu rumah tangga biasa. Perhatian dari pemerintah maupun dermawan sangat dinantikan, agar kelak Ahmad Mubarak lepas dari penderitaanya yang dialaminya.(Thaya)  
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman