POLEWALI,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Polewali Mandar mengintensifkan pengasapan atau fogging, pada sejumlah tempat di daerah ini. Hal ini dilakukan, sebagai upaya mengantisipasi penularan penyakit Demam Berdarah atau DBD , yang kembali menjangkiti puluhan warga di daerah ini.
Seperti yang berlangsung di Kelurahan Mapilli, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Selasa pagi (10/12/19).
Pengasapan, tidak hanya menyasar rumah warga, tetapi juga fasilitas umum seperti sekolah. Diketahui, ada dua warga di daerah ini, yang terjangkit penyakit demam berdarah, dan telah mendapat perawatan medis.
Berdasarkan data dari Dinkes Polewali Mandar, sepanjang bulan November tahun 2019, tercatat ada sedikitnya 52 warga yang tertular penyakit DBD, “ Angka tersebut lebih tinggi jika dibandikangkan pada tahun sebelumnya, sebanyak 38 kasus untuk bulan yang sama “ sebut Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Polman, H Arfah, kepada wartawan, Selasa (09/12/19).
Bahkan dari jumlah tersebut, H Arfah menyebut, ada 4 warga yang meninggal dunia kendati telah mendapat perawatan intensif di rumah sakit, “ Angka kematian ada 4 orang, satu berasal dari Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, satu di Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali, yang satu di Kelurahan Polewali juga belakang kantor pos, satunya lagi termasuk Kelurahan Polewali juga, tapi penderita dari Mamuju “ bebernya.
Sampai saat ini, sejumlah pasien penderita demam berdarah di daerah ini, diketahui masih jalani perawatan intensif di rumah sakti.
Pihak Dinkes Polman menghimbau warga, agar senantiasai memperhatikan kebersihan lingkungan, khususnya jelang musim pengujan, untuk mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk Aides Aigepti, yang bisa menularkan penyakit DBD. (Thaya)