Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Dandim Polman Dorong Pembangunan Jembatan Sungai Mappi Tutar untuk Buka Akses Warga

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 20 Agustus 2026 18:36 WITA 215 tayangan 3 menit baca
Dandim Polman Dorong Pembangunan Jembatan Sungai Mappi Tutar untuk Buka Akses Warga
Foto ilustrasi / Dokumentasi Polhukam - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Dandim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin mendorong pembangunan Jembatan Perintis Garuda untuk menyeberangi Sungai Mappi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat memudahkan aktivitas warga, termasuk anak-anak yang harus menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah. "Kita berharap semoga di sungai ini bisa dibangun jembatan sebagai akses masyarakat setempat. Ini bukan hanya soal menghubungkan dua wilayah, tetapi juga membuka akses masyarakat untuk pendidikan, ekonomi dan kebutuhan lainnya," kata Ikhwan dalam keterangannya, Kamis (20/08/2026). Rencananya, jembatan dengan bentang sepanjang 150 meter itu akan menghubungkan Desa Tubbi dan Desa Piriang Tapiko, Kecamatan Tutar. Nantinya, jembatan tersebut akan menjadi akses penting bagi masyarakat yang selama ini harus mengandalkan kondisi sungai untuk berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Sebagai langkah awal, Dandim bersama jajarannya telah turun langsung meninjau lokasi rencana pembangunan jembatan. Dalam peninjauan tersebut, turut hadir pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Polman, Danramil, serta Kepala Desa Piriang Tapiko. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi medan sekaligus mengetahui kebutuhan masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan rencana pembangunan jembatan dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kebutuhan warga. Saat peninjauan, Dandim juga melihat langsung sejumlah warga dan anak sekolah yang mengambil risiko menyeberangi sungai tanpa menggunakan jembatan ataupun rakit. Mereka nekat masuk ke dalam sungai yang airnya surut saat musim kemarau. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbatasnya akses penghubung bagi masyarakat di wilayah tersebut. Terlebih, sungai menjadi salah satu jalur yang harus dilalui anak-anak ketika hendak berangkat maupun pulang dari sekolah. "Yang kita lihat di sini, belum ada penyeberangan bagi masyarakat. Bahkan anak-anak sekolah ketika beraktivitas harus melintasi sungai ini," ungkap Ikhwan. "Memang sekarang kondisi air sedang surut karena kemarau, tetapi tetap cukup membahayakan keselamatan anak-anak kita, terutama saat mereka menyeberang untuk pergi dan pulang sekolah," sambungnya. Menurut Ikhwan, kehadiran jembatan di lokasi tersebut memang sudah sangat mendesak. Selain menjadi akses pendidikan bagi anak-anak, jembatan juga akan mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan adanya jembatan, masyarakat nantinya tidak lagi harus menyeberangi sungai secara langsung. Akses tersebut juga diharapkan dapat mendukung aktivitas warga, baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun menunjang kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat di kedua desa. Untuk itu, pembangunan jembatan membutuhkan perhitungan teknis yang tepat agar infrastruktur yang dibangun nantinya dapat berfungsi secara optimal dan aman digunakan masyarakat. "Bentangannya cukup panjang, diperkirakan sekitar 150 meter. Karena itu tentu perlu perencanaan dan kajian teknis yang matang," jelasnya. Ikhwan menilai pembangunan jembatan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur penghubung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membuka akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dasar. Terutama akses pendidikan bagi anak-anak serta kemudahan mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dia berharap rencana pembangunan jembatan tersebut dapat segera terealisasi. Dengan demikian, kesulitan warga setempat akibat ketiadaan jembatan untuk menyeberangi sungai dapat teratasi dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung lebih aman dan mudah. "Semoga ke depan akses ini bisa diwujudkan. Kita ingin anak-anak sekolah bisa berangkat dan pulang dengan lebih aman, begitu juga masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari," pungkas Letkol Ikhwan. (Zik/thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman