Pemukiman warga Desa Karya Bersama, Kab.Pasangkayu, terendam banjir setinggi satu meter, akibat tingginya curah hujan yang melanda daerah ini sejak sepekan.[/caption]
“ Kami bingung, soalnya banjir membuat kami kesulitan beraktifitas, sementara kebun juga tidak bisa digarap karena ikut terendam banjir “ kata salah seorang warga, Hardiansyah.
Banjir semakin parah, karena sudah lama tanggul penahan luapan aliran sungai lariang jebol, dan hingga saat ini belum diperbaiki.
“ kami berharap pemerintah cepat memberikan perhatian, soalnya banjir ini bukan pertama kalinya terjadi, tetapi selalu berulang, khususnya di musim penghujan seperti sekarang ini “ harap Hardiansyah. (Thaya) Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah Warga di Pasangkayu Kebanjiran
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 16 November 2018 16:37 WITA
753 tayangan
1 menit baca
Pasangkayu,- Ratusan rumah warga di Desa Karya Bersama, Kabupaten Pasangkayu, terendam banjir dengan ketinggian 50 hingga 100 centimeter.
Banjir ini sudah terjadi sejak beberapa hari, akibat tingginya curah hujan membuat aliran Sungai Pasangkayu meluap.
Selain merendam pemukiman, banjir turut menenggelamkan puluhan hektar lahan perkebunan warga.
[caption id="attachment_3644" align="aligncenter" width="385"]
Pemukiman warga Desa Karya Bersama, Kab.Pasangkayu, terendam banjir setinggi satu meter, akibat tingginya curah hujan yang melanda daerah ini sejak sepekan.[/caption]
“ Kami bingung, soalnya banjir membuat kami kesulitan beraktifitas, sementara kebun juga tidak bisa digarap karena ikut terendam banjir “ kata salah seorang warga, Hardiansyah.
Banjir semakin parah, karena sudah lama tanggul penahan luapan aliran sungai lariang jebol, dan hingga saat ini belum diperbaiki.
“ kami berharap pemerintah cepat memberikan perhatian, soalnya banjir ini bukan pertama kalinya terjadi, tetapi selalu berulang, khususnya di musim penghujan seperti sekarang ini “ harap Hardiansyah. (Thaya)
Pemukiman warga Desa Karya Bersama, Kab.Pasangkayu, terendam banjir setinggi satu meter, akibat tingginya curah hujan yang melanda daerah ini sejak sepekan.[/caption]
“ Kami bingung, soalnya banjir membuat kami kesulitan beraktifitas, sementara kebun juga tidak bisa digarap karena ikut terendam banjir “ kata salah seorang warga, Hardiansyah.
Banjir semakin parah, karena sudah lama tanggul penahan luapan aliran sungai lariang jebol, dan hingga saat ini belum diperbaiki.
“ kami berharap pemerintah cepat memberikan perhatian, soalnya banjir ini bukan pertama kalinya terjadi, tetapi selalu berulang, khususnya di musim penghujan seperti sekarang ini “ harap Hardiansyah. (Thaya) admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.