Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Cerita TMMD ke 111 di Polman, Perjuangan Prajurit Bangun Infrastruktur dan Kisah Melepas Rindu

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 17 Juni 2021 13:06 WITA 552 tayangan 3 menit baca
Cerita TMMD ke 111 di Polman, Perjuangan Prajurit Bangun Infrastruktur dan Kisah Melepas Rindu
Foto ilustrasi / Dokumentasi Polhukam - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI,- TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 111 Kodim 1402/Polman, di Kabupaten Polewali Mandar, resmi dimulai Selasa kemarin (15/06). Ratusan prajurit dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, hingga personil Polisi yang tergabung dalam Satgas TMMD dikerahkan, untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur, di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi. Target sasaran TMMD di desa ini, diantaranya perinstisan jalan hingga pembuatan deucker. Perinstisan jalan sepanjang 1.977 meter dengan lebar 4 meter, dan pembuatan 11 unit deucker diharapkan berjalan lancar, agar memudahkan aktifitas hingga meningkatkan perekonomian warga setempat. Namun, upaya satgas mempercepat proses pekerjaan infrastruktur, agar dapat segera dinikmati warga setempat, tidak semudah dibayangkan karena mendapat sejumlah rintangan. Selain harus melewati jalan ekstrim, cuaca buruk menjadi kendala yang sulit dihindari selama pelaksanaan TMMD. Berulang kali terlihat, satgas bersama warga harus berjibaku dengan lumpur, saat memperbaiki kondisi jalan agar dapat dilalui mobil hartop khusus (kampas), yang diterjunkan untuk membawa material pasir, batu kerikil hingga semen. Tidak jarang, satgas bersama warga harus mengerahkan seluruh tenaga, menarik mobil kampas yang kesulitan melewati jalan menanjak dan juga licin. Bukan hanya itu, beratnya perjuangan satgas juga terlihat, ketika mereka harus menyingkirkan bongkahan batu besar yang berjatuhan dari gunung hingga menutup jalan. Berbekal alat seadanya, satgas berupaya menyingkirkan batu tersebut, kendati di bawah guyuran hujan. “ Mulai kita perintisan jalan, tahap kedua pembuatan deucker, sekarang kita melaksanakan pemuatan material deucker, kendalanya hujan setiap sore hingga membuat jalan becek. Walaupun kita sudah pakai hartop, setengah mati untuk bawa material, “ ujar koordinator pembuatan deucker TMMD, Serda Suardi kepada wartawan, Senin (15/06/2021) Di Pondok sinyal. Satgas TMMD ke 111 di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, berupaya mendapatkan jaringan telepon untuk mendapatkan sinyal seluler agar dapat menghubungi sanak keluarganya. (ist) Kisah perjuangan satgas TMMD di desa ini juga terlihat pada malam hari. Bukan karena harus bekerja untuk mempercepat proses pembangunan, melainkan karena mereka harus mencari spot tertentu untuk mendapatkan jaringan seluler agar dapat berkomunikasi dengan keluarga. Maklum, wilayah yang menjadi lokasi satgas TMMD diinapkan selama kegiatan berlangsung, belum sepenuhnya terjangkau jaringan telepon selelur. Untuk itu, satgas harus berjalan sekira 500 meter dari pemukiman, menuju salah satu pondok bambu mirip pos ronda, tempat yang menjadi titik lokasi di mana satgas bisa mendapatkan jaringan seluler. Karena ukuran pondoknya yang terbatas, setiap anggota satgas yang ingin mendapatkan jaringan untuk berkomunikasi dengan keluarga, harus sabar mengantri saat berada di tempat ini. “ Mulai pagi hari sampai sore, kami yang tergabung dalam satgas TMMD ini bahu membahu untuk mengerjakan sasaran fisik, Pada malam harinya kami berbondong bondong mendatangi pondok sinyal yang sengaja didirikan oleh masyarakat desa untuk mendapatkan sinyal telepon,” ungkap Anggota Kompi 3 Brimob Polda Sulbar Briptu Adi Purnawan, Rabu malam (16/06/2021) Kendati kondisi ini membuatnya harus berjuang untuk menahan rindu dengan keluarga tercinta, Briptu Adi mengaku bangga bisa terlibat dalam kegiatan TMMD untuk membangun desa, “ di lokasi TMMD ini waktu kami untuk ngobrol dengan teman teman dari TNl sangat banyak, karena 24 jam kami bersama sama, saat bekerja, makan dan tinggal bersama di rumah warga. Masyarakatnya juga ramah, memperlakukan kami layaknya keluarga sendiri  bahkan ikut aktif bersama kami selama pelaksanaan TMMD, “ tutup ayah satu anak ini. Selain sasaran fisik, dalam pelaksanaan TMMD yang direncanakan berlangsung selama sebulan, mulai 15 Juni hingga 15 Juli mendatang,  juga ada  sasaran non fisik, meliputi penyuluhan wasbang,  penyuluhan bela Negara, penyuluhan hukum, penyuluhan pertanian ,  penyuluhan ekonomi kreatif dan umkm, penyuluhan kb kesehatan,  sosialisasi stunting, sosialisasi posyandu,  sosialisasi posbindu PTM , Pemutaran film perjuangan dan juga bakti sosial donor darah. (Thaya)    
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman