Cegah Stunting, Harapan Menjaga Masa Depan Anak di Mateng
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 23 Agustus 2025 16:48 WITA
406 tayangan
2 menit baca
MAMUJU TENGAH,- Sebuah rumah sederhana di Dusun Ngapaboa, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, mendadak ramai dengan kunjungan Bupati Mateng Arsal Aras, Rabu (20/08//202).
Kunjungan tersebut dalam rangka memantau langsung pemberian nutrisi tambahan bagi anak beresiko stunting di Dusun Lomba Deko dan Dusun Ngapaboa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Mateng. jajaran dinas, Baznas, camat, kepala desa, penyuluh KB hingga Ketua PKK desa, turut serta membersamai Bupati Arsal dalam kunjungan itu.
Tanpa merasa sungkan, Bupati Arsal lalu menggendong seorang balita mungil, putri sang pemilik rumah. Balita itu merupakan salah satu dari 30 anak di daerah ini yang mendapat perhatian khusus melalui program orang tua asuh cegah stunting.
“Jangan lupa bawa anak ke posyandu ya. Di sana kita bisa pantau tumbuh kembangnya,” pesan Bupati Arsal kepada ibu sang balita.
Sang ibu balita tampak haru mendengar pesan dari Bupati Arsal. Matanya berkaca-kaca lantaran bahagia mendapat perhatian dari Bupati Arsal. Sebab, bagi keluarga berisiko stunting (KRS) seperti dirinya, Posyandu bukan sekadar tempat timbang badan, melainkan ruang harapan.
Bupati Arsal juga menyarankan agar dilakukan terapi berenang saat mengunjungi seorang balita penderita tulang rapuh di dusun lain. Sebuah nasihat sederhana, lahir dari kepedulian seorang pemimpin yang mau menyelami persoalan warganya.
“Bawa ke pantai, biar belajar berenang. Itu bagus untuk tulangnya,” tutur Bupati Arsal.
Bupati Arsal mengungkap jika kunjungannya bukan sekadar seremoni belaka. Lebih dari itu. Apa yang dilakukan merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah untuk berjuang melawan stunting.
Menurutnya, data keluarga berisiko stunting kini diintegrasikan lintas sektor dari Dinas P3AP2KB hingga Dinas Perumahan Rakyat. Semuanya bergerak dalam satu harmoni, agar bantuan seperti nutrisi, perbaikan rumah, hingga jamban sehat bisa tepat sasaran.
Bupati Arsal menegaskan, anak adalah masa depan dan harapan Mateng yang harus dijaga dan mendapat perhatian. Sehingga semua diimbau bersinergi dan saling bergandengan tangan untuk mengatasi persoalan anak termasuk stunting.
“Anak-anak ini adalah masa depan kita. Menjaga mereka berarti menjaga harapan Mamuju Tengah,” ujar Bupati Arsal sebelum meninggalkan lokasi. Di mata para ibu yang memeluk erat anak-anaknya sore itu, harapan itu kini terasa jauh lebih dekat.
Pada kesempatan itu, Baznas Mateng yang turut serta memberi kabar jika sebuah rumah keluarga sasaran akan direnovasi agar lebih layak huni. Sementara pemerintah desa mengusulkan pembangunan jamban sehat, karena sanitasi yang baik tak kalah penting dari asupan gizi. (rls).
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
