“ Pengasapan ini adalah yang kedua kalinya kami lakukan dalam dua pekan terakhir, sebagai upaya untuk menghindari penularan penyakit demam berdarah “ kata Kepala Puskesmas Mapilli, kepada wartawan, Jumat (21/06/19).
Selain melakukan pengasapan, Pihak Puskesmas bersama pemerintah setempat dibantu warga, juga melakukan kerja bakti, untuk membersihkan berbagai tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“ Tidak lupa, kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk demam berdarah, apalagi pencegahan penyakit demam berdarah, harus dilakukan secara berkesinambungan “ pungkas Saldy.
Sebelumnya, Rabu, 12 Juni lalu, sekira pukul 21:00 Wita, seorang bocah 10 tahun bernama Amira, meninggal dunia akibat menderita penyakit demam berdarah, setelah hampir sepekan lamanya menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum daerah setempat.
Cerita Amira yang meninggal akibat menderita penyakit demam berdarah mengundang keprihatinan, apalagi dua minggu sebelumnya, salah seorang anak di daerah ini yang bernama Farhan (12 Tahun), juga dilarikan ke rumah sakit karena menderita penyakit yang sama.(Thaya)
Cegah Nyamuk DBD, Puskemas Mapilli Lakukan Pengasapan
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 21 Juni 2019 22:59 WITA
821 tayangan
2 menit baca
MAPILLI,- Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Mapilli, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, kembali melakukan pengasapan atau fogging untuk membasmi nyamuk aides aigepty yang menyebar di pemukiman warga.
Pengasapan dilakukan, untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah, akibat firus yang ditularkan oleh gigitan nyamuk tersebut.
Selain menyasar rumah warga, pengasapan menggunakan cairan pembunuh nyamuk ini juga difokuskan pada saluran air dan sejumlah tempat yang menjadi lokasi perkembang biakan nyamuk.
“ Pengasapan ini adalah yang kedua kalinya kami lakukan dalam dua pekan terakhir, sebagai upaya untuk menghindari penularan penyakit demam berdarah “ kata Kepala Puskesmas Mapilli, kepada wartawan, Jumat (21/06/19).
Selain melakukan pengasapan, Pihak Puskesmas bersama pemerintah setempat dibantu warga, juga melakukan kerja bakti, untuk membersihkan berbagai tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“ Tidak lupa, kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk demam berdarah, apalagi pencegahan penyakit demam berdarah, harus dilakukan secara berkesinambungan “ pungkas Saldy.
Sebelumnya, Rabu, 12 Juni lalu, sekira pukul 21:00 Wita, seorang bocah 10 tahun bernama Amira, meninggal dunia akibat menderita penyakit demam berdarah, setelah hampir sepekan lamanya menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum daerah setempat.
Cerita Amira yang meninggal akibat menderita penyakit demam berdarah mengundang keprihatinan, apalagi dua minggu sebelumnya, salah seorang anak di daerah ini yang bernama Farhan (12 Tahun), juga dilarikan ke rumah sakit karena menderita penyakit yang sama.(Thaya)
“ Pengasapan ini adalah yang kedua kalinya kami lakukan dalam dua pekan terakhir, sebagai upaya untuk menghindari penularan penyakit demam berdarah “ kata Kepala Puskesmas Mapilli, kepada wartawan, Jumat (21/06/19).
Selain melakukan pengasapan, Pihak Puskesmas bersama pemerintah setempat dibantu warga, juga melakukan kerja bakti, untuk membersihkan berbagai tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“ Tidak lupa, kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk demam berdarah, apalagi pencegahan penyakit demam berdarah, harus dilakukan secara berkesinambungan “ pungkas Saldy.
Sebelumnya, Rabu, 12 Juni lalu, sekira pukul 21:00 Wita, seorang bocah 10 tahun bernama Amira, meninggal dunia akibat menderita penyakit demam berdarah, setelah hampir sepekan lamanya menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum daerah setempat.
Cerita Amira yang meninggal akibat menderita penyakit demam berdarah mengundang keprihatinan, apalagi dua minggu sebelumnya, salah seorang anak di daerah ini yang bernama Farhan (12 Tahun), juga dilarikan ke rumah sakit karena menderita penyakit yang sama.(Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.