Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Buaya 2,8 Meter Ditemukan Mati di Sungai Mandar, Diduga Makan Umpan Beracun

Penulis / Redaksi: admin
Senin, 4 Mei 2026 17:59 WITA 237 tayangan 2 menit baca
Buaya 2,8 Meter Ditemukan Mati di Sungai Mandar, Diduga Makan Umpan Beracun
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Buaya sepanjang 2,8 meter yang diduga telah menyerang sejumlah warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) ditemukan mati mengapung di Sungai Mandar. Diduga, buaya mati akibat memakan umpan beracun yang sengaja dipasang warga di pinggir sungai. "Ukurannya sekitar dua koma delapan meter. Ditemukan mengapung di sungai," ujar salah satu warga Salman kepada wartawan, Senin (04/05/2026). Bangkai buaya pertama kali ditemukan warga yang hendak mencari kerikil di bantaran Sungai Mandar, Kelurahan, Tinambung, Kecamatan Tinambung, Senin pagi (04/05) sekira pukul 07.00 wita. Bangkai buaya itu lalu dievakuasi ke daratan. "Ditemukan sekira jam 7, ada orang langgar dia mau ambil kerikil, dia dapat itu (buaya) lalu ditarik ke pinggir sungai," ungkap Salman. Menurut Salman, buaya tersebut mati akibat memakan umpan beracun di pinggir sungai. Dia mengaku sengaja memasang beberapa umpan diberi racun untuk melumpuhkan buaya meresahkan warga di daerah ini. "Saya pasang umpan yang diberi racun, itu yang dimakan. Saya pasang empat umpan beracun, ada satu yang dimakan," tuturnya. Lanjut Salman mengatakan, buaya yang ditemukan mati adalah reptil sungai yang telah menewaskan pria bernama Muhlis (50) hingga tewas, Kamis malam (24/04) sekira pukul 19.00 WITA. Korban diterkam buaya ketika sedang mandi di Sungai Mandar. "Itu yang menerkam, yang membunuh Pute (Muhlis) karena saya tahu sekali warnanya,"  ucapnya. Salman menuturkan, masih ada beberapa ekor buaya ganas lain yang berkeliaran di sungai Mandar. "Masih ada buaya lain, ini kan buaya betina, ada anaknya yang berkeliaran ukuranya sekira satu meter," tandasnya. Salman menambahkan bangkai buaya telah dikubur. Diakui, warga masih akan melanjutkan perburuan buaya meresahkan warga di daerah ini. "(Buaya) saya kubur dengan baik, karena kita kasihan. Kita masih akan melakukan perburuan buaya karena masih ada temannya," pungkasnya. Untuk diketahui, sejak beberapa bulan terakhir keberadaan buaya di sungai Mandar kian meresahkan warga. Apalagi, sudah 4 warga yang beraktivitas di sungai diserang buaya hingga membuat seorang diantaranya meninggal dunia. Dalam potongan video pendek yang dilihat wartawan, terlihat bangkai buaya di bantaran sungai menjadi tontonan banyak warga. Buaya tersebut berwarna kecoklatan dengan bercak hitam tidak beraturan di sekujur tubuhnya. Sementara pada bagian ekor dan punggung buaya tampak bergerigi. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman