Basarnas Lanjutkan Pencarian Tiga Warga Diduga Hilang di Sungai Mapilli
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 26 Mei 2020 07:33 WITA
743 tayangan
2 menit baca
POLEWALI,- Upaya pencarian tiga warga yang diduga hilang tenggelam di Sungai Mapilli, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, dilanjutkan tim dari Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) Mamuju, Selasa pagi (26/05/20).
Tim dibagi menjadi dua SRU ( Search and Rescue Unit). SRU 1 Melakukan penyelaman pada posisi 3°25'52.43"S - 119°11'16.79"E, di sekitar lokasi kejadian, sementara SRU 2 Melakukan pencarian dengan menyisir arus sungai ke arah selatan barat daya, radial 205°, sejauh 500 Meter dengan menggunakan 1 unit Rubber Boat Basarnas.
Kepala Basarnas Mamuju Djunaidi, S.Sos mengungkapkan rencana evakuasi jika ketiga warga berhasil ditemukan, “ Apabila korban ditemukan, akan dilakukan evakuasi menuju posko SAR Gabungan dan selanjutnya dievakuasi menuju Puskesmas Mapilli, untuk dilakukan pemeriksaan medis lanjut “ terangnya.
Proses pencarian turut diikuti perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman, Aparat Kepolisian dari Subsektor Mapilli, personil TNI dari Koramil 1402-02 Wonomulyo, perwilan SAR Unasman dan SAR Pinrang, serta warga setempat.
Sebelumnya diberitakan, tiga warga masing-masing bernama Asrar (19 tahun) dan Hasanuddin (45 tahun) warga Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, serta Saparuddin (40 Tahun), warga Desa Baru, Kecamatan Luyo, hilang saat menghindari polisi yang melakukan penggrebekan arena judi sabung ayam, di Desa Botto, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Senin sore (25/05/20).
Warga sempat melihat Hasanuddin dan Saparuddin terbawa arus kemudian akhirnya tenggelam, sementara Asrar yang belum diketahui keberadaannya pasca penggrebekan, juga diduga tenggelam setelah melompat ke dalam sungai lantaran takut ditangkap polisi.
“ Betul sampai saat ini warga yang dikabarkan hilang jumlahnya sudah tiga orang, dua yang sudah dipastikan tenggelam berdasarkan keterangan saksi, sementara satu lainnya belum diketahui dikeberadannya, kemungkinan juga ikut tenggelam “ kata Kepala Desa Segerang Andi Ahmad kepada wartawan. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.