Sabtu, 7 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Bantah Coba Bunuh Diri, Hajja Saenab Mengaku Terjatuh Akibat Penyakitnya Kambuh

Penulis / Redaksi: admin
Rabu, 27 Februari 2019 17:13 WITA 940 tayangan 2 menit baca
Bantah Coba Bunuh Diri, Hajja Saenab Mengaku Terjatuh Akibat Penyakitnya Kambuh
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
Polewali,- Kondisi Hajja Musena alias Hajja Saenab, warga Jalan Terong, Kompleks Pasar baru, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar, pada Rabu siang (27/02/19) dengan kondisi kritis setelah dikabarkan mencoba bunuh diri, kini berangsur membaik. Kepada Polisi, Hajja Musena membantah kabar yang beredar bahwa dirinya kiritis akibat mencoba bunuh diri. Menurutnya, dia terkulai lemah di tangga rumahnya, akibat terjatuh lantaran merasa pusing setelah penyakit maag yang dideritanya kambuh, hingga sempat membuatnya hilang kesadaran. “ berdasarkan keterangan yang diberikan korban kepada anggota, korban mengaku terjatuh dari rumah, membuat dirinya sempat hilang kesadaran, lantaran merasa pusing akibat penyakit maag yang dideritanya kambuh “ ujar Kapolsek Polewali, AKP Samsu Rijal, kepada wartawan. Sebelumnya dikabarkan, Hajja Musena alias Saenab, ditemukan dalam kondisi lemas di dalam rumahnya, akibat mencoba bunuh diri. Tim identifikasi dari Polres Polewali Mandar yang tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), menemukan sejumlah pakain berserakan di sekitar korban, serta sebuah tali yang menggantung di atas tangga. Beredarnya kabar dugaan percobaan bunuh diri ini, berawal dari kecurigaan tetangga, lantaran tidak seperti biasanya, rumah dan toko korban belum terbuka kendati hari sudah siang. “ saya kemudian berinisiatif untuk memanjat dan melihat korban sudah tertunduk di lantai “ ujar pengemudi becak motor bernama Amir, yang pertama kali menemukan korban. Merasa khawatir, Amir langsung melaporkan perisitiwa ini kepada warga dan aparat kepolisian. Untuk memberikan pertolongan terhadap korban yang diketahui sudah dalam kondisi kritis, Polisi terpaksa mendobrak pintu rumah korban. Tetangga menduga, korban mengalami depresi lantaran kerap terlibat cekcok dengan suaminya. “ kita juga tidak tau pasti apa masalahnya, tapi sepertinya korban memang lagi ada cekcok rumah tangga dengan suaminya yang baru pulang merantau “ tutur salah seorang tetangga, Ruslan. Dugaan ini dikuatkan, lantaran pada tahun 2017 lalu kasus bunuh diri di Kompleks Pasar Baru Polewali, pernah terjadi sebanyak 2 kali. Pertama terjadi pada tanggal 22 Mei 2017, dilakukan seorang gadis cantik yang nekat bunuh diri dengan cara gantung diri, kemudian dilakukan seorang lelaki pada tanggal 14 Juni 2017. Lokasi kedua kejadian bunuh diri ini hanya berjarak puluhan meter saja. (Thaya)  
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman