Pria yang hobby bermotor ini juga mengaku, akan meningkatkan pengawasan agar mata rantai penularan virus penyakit DBD yang telah merenggut korban jiwa ini dapat dihentikan, “ Kita tidak akan tinggal diam, walau telah melakukan pengasapan, pengawasan di sekitar lokasi virus penyakit dbd ini berkembang akan selalu kita perhatikan, agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban “ pungkasnya. (Rls/Thaya)
Antisipasi Penularan Penyakit, Camat Mapilli Pimpin Kerja Bakti
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 14 Juni 2019 18:56 WITA
1,276 tayangan
2 menit baca
MAPILLI,- Untuk mengantisipasi penularan penyakit khususnya demam berdarah (DBD), pasca meninggalnya salah seorang anak akibat tertular virus yang disebabkan gigitan Nyamuk Aedes Aegepty di Kelurahan Mapilli, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat pagi (14/06/19) Camat Mapilli, Andi Afandi Rahman, ST,Msi, memimpin warganya untuk melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan.
Kegiatan yang memfokuskan pembersihan sejumlah saluran air yang tersumbat akibat sedimen kotoran lumpur ini, turut melibatkan Danramil Wonomulyo, Kasubsektor Mapilli, jajaran Puskesmas Mapilli, Jajaran Pemerintah Kelurahan Mapilli, serta TIM Satgas Kebersihan DLHK.
Dalam kesempatan ini, Camat Mapilli menyampaikan agar warga tidak lalai dan selalu memperhatikan kebersihan lingkungan, “ Harap diketahui bahwa di lingkungan ini (Mapilli) beberapa hari yang lalu, penyakit DBD telah merenggut nyawa seorang anak, untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, apalagi penyebaran penyakit DBD sangat bergantung pada kondisi kebersihan lingkungan sekitar “ himbau Andi Afandi, melalui rilis yang dikirim Kasubag Protokol Humas Pemkab Polman, Samiaji.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Mapilli, H Saldy Kursani mengungkapkan telah melakukan upaya pencegahan agar penyebaran nyamuk Aides Aigepty yang membawa virus penyakit DBD dapat dihentikan, “ Salah satunya dengan melakukan pengasapan atau fogging, tidak hanya disekitar rumah korban, pengasapan dilakukan dalam radius 100 hingga 200 meter dari rumah korban “ ujar Saldy saat dikonfirmasi wartawan.
Pria yang hobby bermotor ini juga mengaku, akan meningkatkan pengawasan agar mata rantai penularan virus penyakit DBD yang telah merenggut korban jiwa ini dapat dihentikan, “ Kita tidak akan tinggal diam, walau telah melakukan pengasapan, pengawasan di sekitar lokasi virus penyakit dbd ini berkembang akan selalu kita perhatikan, agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban “ pungkasnya. (Rls/Thaya)
Pria yang hobby bermotor ini juga mengaku, akan meningkatkan pengawasan agar mata rantai penularan virus penyakit DBD yang telah merenggut korban jiwa ini dapat dihentikan, “ Kita tidak akan tinggal diam, walau telah melakukan pengasapan, pengawasan di sekitar lokasi virus penyakit dbd ini berkembang akan selalu kita perhatikan, agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban “ pungkasnya. (Rls/Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.