Sabtu, 7 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Aksi Protes Warnai Penertiban Lapak Pedagang di Wonomulyo

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 23 Mei 2019 12:07 WITA 1,141 tayangan 2 menit baca
Aksi Protes Warnai Penertiban Lapak Pedagang di Wonomulyo
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
WONOMULYO,- Penertiban yang berlangsung di Jalan Padi Unggul 2, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis siang (23/05/19), dilakukan Pemerintah Kecamatan Wonomulyo, dibantu Disperindag, Dishub serta Satpol PP Kab.Polewali Mandar. Penertiban ini langsung diwarnai aksi protes dari sejumlah pedagang, yang tidak terima lapak dan tenda dagangannya dibongkar petugas . Sejumlah pedagang menilai petugas bersikap tidak adil saat melakukan penertiban. “ Pokoknya kami keberatan kalau tidak semuanya ditertibkan, kalau memang mau dibawa masuk ke dalam pasar semua harus ikut, jangan ada yang dibeda-bedakan “ ujar salah seorang pedagang, H Surya saat melayangkan protes pada petugas. Sementara pedagang lainnya, Mama Erna, berharap agar diberi kelonggaran waktu untuk menggelar lapak dagangnya di pinggir jalan, “ Kami tidak keberatan pak, asal diberi sedikit dispensasi waktu hingga pukul 08:30 pagi, soalnya kalau terlalu pagi kami berjualan di dalam pasar pasti akan merugi karena tidak ada pembeli yang melintas“ harapnya. Dikonfirmasi , Camat Wonomulyo H Umbar mengatakan, penertiban dilakukan lantaran keberadaan para pedagang di luar pasar yang telah disiapkan pemerintah melanggar aturan. Keberadaan para pedagang yang menggelar lapak dagang di atas badan jalan, juga menjadi pemicu kemacetan arus lalu lintas di daerah ini. Apalagi, pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, sementara merampungkan pembangunan proyek pasar modern dengan konsep Marasa (Maju, Rapih, Sehat dan Aman), yang diyakini bisa menjadi solusi penataan pasar yang lebih baik. “ Ini kan kita mau menuju pasar marasa, di wonomulyo kita lihat sendiri sudah ada aturan tapi masih dilanggar, jadi kami bekerjasama dengan Disperindag, Dishub dan Satpol PP untuk melakukan penertiban, Insya pedagang pasar subuh yang menggelar lapak di pinggir jalan, tetap kita beri kelonggaran waktu hingga pukul 08:30 pagi, setelah itu mereka harus memindahkan dagangannya ke pasar ikan “  ungkapnya kepada wartawan. Umbar juga mengatakan, bahwa di Kompleks Pasar Ikan Wonomulyo, pemerintah telah menyiapkan tempat gratis bagi para pedagang yang ditertibkan, “ Jadi salah kalau ada yang mengatakan kalau tempat itu disewa, itu semuanya gratis, kecuali retribusi pasar itu merupakan kewajiban pedagang “ sambung Umbar menambahkan. Kendati sempat diwarnai aksi protes dan adu mulut, berdasarkan pantauan wartawan para pedagang akhirnya mengalah dan memilih membongkar sendiri lapak dan tenda dagangannya. Rencananya sejumlah petugas Satpol PP akan disiagakan di sekitar kawasan Pasar Ikan Wonomulyo, untuk mengawasi dan mengantisipasi keberadaan pedagang yang kembali menggelar lapak dan tenda dagangannya di tempat yang melanggar aturan. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman