8 Dokter Rumah Sakit Kondosapata Mamasa Mogok Kerja karena Insentif Belum Terbayar
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 30 Januari 2024 18:03 WITA
958 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Delapan dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dikabarkan mogok bekerja. Sebabnya, insentif dokter selama enam bulan dan jasa medis BPJS selama 12 bulan belum dibayar pemerintah.
Aksi mogok bekerja itu tertuang dalam surat pemberitahuan, tertanggal 29 Januari 2024 yang beredar luas.
Surat tersebut mencantumkan delapan nama dokter yang ikut berdanta tangan. Delapan dokter tersebut tergabung dalam komite medik yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum dan dokter gigi di RSUD Kondosapata.
Disebutkan jika aksi mogok kerja itu dilakukan mulai Senin (29/01), sampai hak pada dokter yang masih tertunggak dibayarkan sepenuhnya.
"Kalau surat edaran itu memang ada dan sepertinya sudah tersebar yah," kata Direktur RSUD Kondosapata, dr Adriana Randabunga kepada wartawan, Selasa (30/01/2024).
Meski begitu, Adriana membantah kabar jika mogoknya para dokter mengakibatkan pelayanan di RSUD Kondosapata menjadi lumpuh.
"Kalau dibilang mogok kerja sebenarnya tidak juga, karena tetap juga ada pelayanan, tetap ada konsultasi walaupun mereka (dokter) tidak ada di tempat, tetapi teman-teman perawat tetap konsultasi dengan mereka," ungkapnya.
Dia membenarkan, alasan para dokter melakukan aksi mogok karena menuntut hak. Namun tidak dijelaskan secara detail hak apa saja yang dituntut para dokter tersebut.
"(apa yang dituntut para dokter) mereka memang belum, insentifnya, terutama insentifnya kemarin, tahun lalu. Kalau tidak salah 5-6 bulan di tahun 2023," jelas Adriana.
Adriana juga menyebut jika sudah ada agenda pertemuan antara para dokter dengan pemerintah setempat. Dia berharap masalah ini segera selesai.
"Dan nantinya teman-teman mungkin akan bertemu dengan pimpinan, kita berharap ada solusi terbaik untuk kita," tutupnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
