Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

7 Warga Taloba Tinggalkan Perantauan Dalam Kondisi Malaria

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 1 Februari 2019 18:12 WITA 1,140 tayangan 3 menit baca
7 Warga Taloba Tinggalkan Perantauan Dalam Kondisi Malaria
Foto ilustrasi / Dokumentasi kesehatan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
TUTAR,- Antisipasi penyebaran penyakit, di musim penghujan seperti sekarang. Selain penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), salah satu penyakit yang  penularannya cepat di musim seperti sekarang ini, adalah penyakit Malaria. Seperti yang di alami warga desa Taloba, Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), Kabupaten Polewali Mandar. Sedikitnya 7 warga di daerah ini, diketahui terserang penyakit yang ditularkan gigitan nyamuk tersebut. Ketujuh warga masing-masing bernama Renaldi (9 tahun), Agung (8 tahun), Fitriani (7 tahun), Seleng (50 tahun), Rafli (21 tahun), Jawali (23 tahun) dan Andi (31 tahun). Para penderita umumnya masih satu keluarga ini, mengalami gelaja demam tinggi, mengigil dan berkeringat. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Tim Dari Dinas Kesehatan Polewali Mandar bersama petugas dari Puskesmas Tutar, diketahui bahwa ketujuh warga ini terserang penyakit malaria, saat berada di Penajam, Kalimatan Timur. “ setelah kita identifikasi, ternyata para penderita sudah terserang penyakit ini saat berada di Kalimatan, umumnya mereka sudah berobat di sana, namun dalam perjalan ke sini yang semuanya menggunakan kapal laut, kondisinya kembali memburuk hingga seperti sekarang “ ujar Pengelola Program Tular Vektor, H Saldi Kursani, kepada wartawan, Sabtu (01/02/19). Untuk menghindari terjadinya penularan ke warga lainnya, para penderita langsung diberi obat dan dihimbau untuk segera ke Puskemas terdekat, untuk dilakukan pemeriksaan lebih intenif. “ meski penderita kondisinya sudah membaik, tetap kita beri obat dan dihimbau untuk ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, himbauan serupa juga kita sampaikan ke warga lainnya, ini untuk mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan “ lanjut H Saldy menambahkan. H Saldy mengaku, penyelidikan asal usul penyebaran penyakit malaria ini dianggap penting untuk diketahui, lantaran sejak tahun 2015 lalu, Kabupaten Polewali Mandar, sudah dinyatakan bebas dari penyakit malaria. “ jadi kita harus pastikan penyebaran virus penyakit malaria sifatnya tidak lokal, artinya virus bukan berasal dari daerah ini, tapi ada kemungkinan diderita pasien saat berada di daerah lain “ pungkasnya. Sementara itu, salah seorang penderita bernama Jawali mengaku, sejak berada di daerah Penajam, Kalimantan Timur, tempat tinggal mereka memang rawan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk “ saya dan warga lainnya tinggal di hutan yang dekat dengan rawa, saat tidur kami juga tidak pernah memakai kelambu “ ungkapnya. Jawali dan warga lainnya beberapa bulan terakhir berada di Penajam, Kalimatan Timur, lantaran bekerja sebagai penebang kayu di hutan “ upahnya memang lumayan, tapi dengan kondisi seperti ini saya berpikir untuk kembali kesana “ tutur Jawali.. Malaria adalah penyakit mematikan, banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis yang memiliki iklim cukup panas untuk memudahkan perkembangan parasit malaria. Penyakit malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium dari gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Ketika nyamuk menggigit manusia, maka parasit diitularkan dan masuk ke dalam aliran darah, hingga akhirnya berkembang biak. Setelah matang, parasit memasuk ke aliran darah dan mulai menginfeksi sel darah merah manusia. Jumlah parasit dalam sel darah merah akan terus bertambah dalam selang waktu  48-72 jam. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman