5 Kabupaten di Sulbar Eliminasi Malaria
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 13 Februari 2026 17:31 WITA
107 tayangan
2 menit baca
MAMUJU,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) terus berupaya menghentikan penularan penyakit malaria untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat daerah ini. Hingga tahun 2025, sebanyak 5 dari 6 kabupaten di daerah ini telah berhasil mencapai status eliminasi malaria, mendekati target provinsi sebesar 6 kabupaten/kota.
Berdasarkan capaian indikator kinerja program malaria, Provinsi Sulbar, Kabupaten yang telah mencapai eliminasi malaria meliputi Mamuju, Mamuju Tengah, Mamasa, Majene, dan Polewali Mandar. Sementara Kabupaten Pasangkayu masih dalam proses menuju eliminasi.
Dari sisi indikator surveilans, Positivity Rate (PR) malaria Sulbar tercatat sebesar 0,79%, jauh di bawah target nasional yaitu kurang dari 5 persen. Dari total 14.058 penduduk yang diperiksa, hanya ditemukan 111 kasus positif malaria, menunjukkan bahwa transmisi malaria di Sulawesi Barat berada pada tingkat yang sangat rendah.
Sementara itu, indikator Annual Parasite Incidence (API) atau angka kejadian malaria per 1.000 penduduk juga menunjukkan hasil yang sangat baik. API Provinsi Sulawesi Barat berada pada angka 0,07 per 1.000 penduduk, jauh di bawah ambang batas eliminasi yaitu kurang dari 1 per 1.000 penduduk. Seluruh kabupaten di Sulbar tercatat memiliki API rendah, dengan kisaran antara 0,04 hingga 0,22.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, puskesmas, serta peran aktif masyarakat.
“Capaian eliminasi malaria ini adalah bukti bahwa komitmen bersama dalam membangun kesehatan masyarakat mulai menunjukkan hasil yang nyata. API Sulbar sudah sangat rendah dan positivity rate jauh di bawah target. Ini menandakan bahwa sistem surveilans, deteksi dini, dan pengobatan malaria berjalan dengan baik,” ujar Nursyamsi dalam keterangannya, Sabtu (24/01/2026).
Meskipun capaian tersebut sangat menggembirakan, Nursyamsi menegaskan upaya pengendalian malaria tidak boleh kendor, terutama di wilayah yang masih berisiko.
“Tantangan ke depan adalah menjaga keberlanjutan. Eliminasi bukan berarti berhenti bekerja, tetapi justru memperkuat kewaspadaan agar tidak terjadi penularan kembali, khususnya di daerah perbatasan dan wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi seperti Pasangkayu,” tutupnya. (Rls)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
