Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

49 Warga Terjangkit DBD di Desa Ambopadang Polman, Sebagian Masih Dirawat

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 11 Oktober 2024 12:43 WITA 917 tayangan 2 menit baca
49 Warga Terjangkit DBD di Desa Ambopadang Polman, Sebagian Masih Dirawat
Foto ilustrasi / Dokumentasi kesehatan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Sebanyak 49 warga terjangkit demam berdarah (DBD) di Desa Ambopadang, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Sebagian warga masih jalani perawatan. “Sampai terakhir ini saya diupdate sama pihak Puskesmas, itu sudah 49. Itu dari 49 sudah mulai balik sebagian ke rumah,” kata Kepala Desa Ambopadang, Basri kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (11/10/2024). Basri mengungkapkan, wabah DBD itu merebak sejak sepekan terakhir. Seluruh warga yang terjangkit tinggal di dusun Ambopadang. “Kan posisinya di kami itu sebenarnya satu dusun, dusun Ambopadang. Ini sekitar satu mingguan lebih (mewabah),” ujarnya. Menurut Basri, warga yang terjangkit DBD sebagian masih jalani perawatan pada sejumlah fasilitas kesehatan. Mulai dari Pustu, Puskesmas hingga Rumah Sakit. “Ada yang masih di rawat. Pada fasiltias kesehatan di kecamatan Luyo, apalagi di Puskesmas Tutar semua ada warga saya. Ada juga di pustu, terakhir semalam masih ada sekira 10 pasien, ada juga  yang dibawa ke rumah sakit,” tuturnya. Dia mengaku, hingga saat ini pihaknya bersama dinas terkait masih berupaya menemukan warga yang pertama kali terjangkit DBD hingga mewabah di daerah ini. Berbagai upaya juga telah dilakukan, mengantisipasi penularan virus agar tidak semakin mewabah. Mulai dari membagikan bubuk abate hingga melakukan fogging atau pengasapan. “Ini sumber pertama masih kita meraba. Sebelumnya ada keluarga dari Kalimantan kebetulan ada neneknya meninggal, di situ mulai ada gejala. Terus ada juga santri yang pulang kampung, kebetulan di daerah tempatnya mondok sempat ada masalah yang sama (DBD). Tapi itu masih kita telusuri,” terang Basri. “Kalau kami pemerintah desa sampai sekarang masih melakukan pembersihan tempat - tempat dianggap menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk, dari pihak kesehatan berbagi abate. Kalau fogging sudah empat kali kami lakukan,” sambungnya. Basri berharap kepada dinas terkait agar memberikan suplemen penguat imun kepada seluruh warga di daerah ini. Dia juga meminta agar sarana dan prasarana di Pustu ditingkatkan,  agar dapat dimaksimalkan menangani warga yang diduga terjangkit DBD. “Harapan kami ini terutama fasilitas Pustu (ditingkatkan), karena sebagian warga saya arahkan ke Pustu kalau ada gejala sehingga bisa langsung dirawat jika memang bergejala. Saya juga minta sama pihak puskemas supaya ada vitamin yang bisa dibagikan kepada warga (untuk penguat imun),” pungkasnya. Sementara Kepala Puskesmas Tutar dr. Sudirman yang hendak dikonfirmasi terkait masalah ini belum memberi respon. Pesan singkat yang dikirim wartawan belum dibalas. (thaya)    
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman