MATENG,- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat merilis data penambahan jumlah warga di daerah ini yang positif Covid-19 mencapai 33 orang. Jumlah terbanyak berasal dari kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) yang mencapai 28 orang berdasarkan hasil swab.
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mateng Rahmat Syam mengimbau warga untuk tidak panik dengan jumlah pasien positif Covid-19 yang signifikan itu, “ Tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena sejak beberapa hari yang lalu, semua pasien itu sudah dikarantina, dikarantina dulu baru diambil swabnya dan hasilnya baru keluar, semua warga yang ditrecking hasil rapid testnya positif langsung kita karantina “ terangnya kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (25/04/20).
Rahmat mengatakan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi terkait langkah penanganan terhadap pasien yang hasil swabnya sudah dinyatakan positif Covid-19, “ Sekarang langkah yang kita lakukan mengklasifikasi pasien, mana yang berat, sedang dan ringan, akan kita pisahkan, yang berat mungkin akan dirujuk ke RS Regional Sulbar, yang sedang bisa diatasi dibawa ke RSUD Mateng, dan yang ringan tetap di tempat karantina awal (Puskesmas Salugatta ) dan dilakukan pemantauan secara terus menerus“ ujarnya.
Kendati demikian, diakui Rahmat pihaknya terkendala ketiadaan dokter ahli paru di daerahnya untuk melakukan pemeriksaan terhadap warga yang terindikasi terpapar Covid-19, “ Untuk itu saya sudah meminta agar didatangkan dokter ahli paru dari Mamuju, untuk melakukan pemeriksaan terhadap semua warga yang terindikasi batuk dan sesak nafas, kemudian kita lakukan penanganan secara intensif, terkait perawatan dan pengadaan obat-obatan “ tandasnya.
Untuk diketahui, dari 28 warga Mateng yang positif Covid-19, 3 orang sedang menjalani perawatan di RS Regional Silbar, 2 Orang dirawat di RSUD Mateng, 22 orang menjalani karantina di Puskesmas Salugatta dan 1 orang meninggal dunia. (Thaya)