Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

3.259 Kasus TBC di Sulbar Belum Terdeteksi

Penulis / Redaksi: admin
Sabtu, 4 Juli 2026 20:37 WITA 225 tayangan 2 menit baca
3.259 Kasus TBC di Sulbar Belum Terdeteksi
Foto ilustrasi / Dokumentasi kesehatan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMUJU,- Sebanyak 3.259 kasus tuberkulosis (TBC) di Sulawesi Barat (Sulbar) diperkirakan belum terdeteksi hingga pertengahan 2026. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri saat mengalami gejala serta masih kuatnya stigma terhadap penyakit TBC menjadi penyebab utama banyaknya kasus yang belum ditemukan. Data tersebut diungkap Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, dalam dialog interaktif bertema "Deteksi Dini TBC: Mengapa Kasus Masih Banyak yang Terlewat?" di Mamuju, Jumat (03/07). Kegiatan itu juga menghadirkan Epidemiolog Kesehatan Ahli Pertama DKPPKB Sulbar, Harsalim. Berdasarkan data epidemiologi TBC Sulbar hingga Juni 2026, estimasi jumlah kasus mencapai 5.002 orang. Namun, baru 1.743 kasus yang berhasil ditemukan dan ditangani. Artinya, masih terdapat sekitar 3.259 kasus atau 65,2 persen yang diperkirakan belum terdeteksi. Nursyamsi mengatakan, tingginya jumlah kasus yang belum ditemukan menjadi tantangan serius karena berpotensi mempercepat penularan TBC di masyarakat. "Baru sekitar 34,8 persen kasus yang berhasil kita temukan dan obati hingga pertengahan tahun ini. Sisanya, hampir 65 persen terduga penderita TBC diperkirakan masih beraktivitas seperti biasa tanpa menyadari bahwa mereka dapat menularkan bakteri penyebab TBC kepada 10 hingga 15 orang di sekitarnya setiap tahun. Karena itu, deteksi dini bukan lagi sekadar program, tetapi menjadi kebutuhan yang mendesak," ujar Nursyamsi dalam keterangannya, Sabtu (04/07/2026). Sementara Harsalim menjelaskan sejumlah faktor yang menyebabkan banyak kasus TBC belum terdeteksi. Selain rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ketika mengalami batuk selama lebih dari dua minggu, stigma negatif terhadap penderita TBC juga membuat sebagian orang enggan mencari pengobatan. "Masyarakat tidak perlu takut. Saat ini diagnosis TBC sudah menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) yang akurat. Seluruh pemeriksaan maupun pengobatan TBC juga disediakan secara gratis di puskesmas," ujarnya. Melalui dialog tersebut, DKPPKB Sulbar juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya penemuan kasus TBC. Warga diharapkan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau melaporkan dugaan kasus di lingkungan sekitar agar penderita dapat segera diperiksa dan mendapatkan pengobatan. Langkah itu merupakan bagian dari strategi active case finding atau penemuan kasus secara aktif yang terus didorong Pemerintah Provinsi Sulbar guna mempercepat target eliminasi TBC. (Rls)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman