Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

2 Ruang Kelas SMP 2 Tutallu Polman Jadi Tempat Perawatan DBD, 2 Sekolah Diliburkan

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 24 Oktober 2024 19:20 WITA 698 tayangan 3 menit baca
2 Ruang Kelas SMP 2 Tutallu Polman Jadi Tempat Perawatan DBD, 2 Sekolah Diliburkan
Foto ilustrasi / Dokumentasi Pendidikan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- 2 ruang kelas SMP 2 Tutallu menjadi tempat perawatan pasien demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Imbasnya, proses belajar mengajar pada 2 sekolah di daerah ini terpaksa diliburkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Pantauan wartawan, Kamis (24/10), 2 ruang kelas yang disulap menjadi ruang perawatan berada di dusun Ambopadang, Desa Ambopadang, Kecamatan Tutar. 2 ruang kelas yang tampak seperti bangsal itu dilengkapi sejumlah kasur lipat atau velbeg milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman. Kasur itu untuk dimanfaatkan para pasien beristirahat selama jalani perawatan. Setiap ruangan juga dilengkapi bohlam lampu untuk penerangan di malam hari. Di luar ruangan, terdapat 2 unit toilet portable serta 4 buah tandom air. Ada juga sebuah tenda berwarna orange dengan ukuran cukup besar milik BPBD. Sejumlah petugas, terdiri dari dokter, perawat hingga polisi juga disiagakan di lokasi untuk melayani para pasien. “Kan ada kasus ini, DBD toh, (diliburkan) kebijakan dari bapak Pj Bupati (Ilham Borahima) langsung, (instruksikan diliburkan) untuk mencegah penularan,” kata salah satu guru SMP 2 Tutallu, Nono Wiratmoko kepada wartawan. Diketahui, 2 ruang kelas tersebut dimanfaatkan sebagai ruang perawatan pasien DBD, mulai dilakukan Selasa (22/10). Sebelumnya, sejumlah warga Desa Ambopadang, Kecamatan Tutar yang terjangkit DBD, jalani perawatan pada berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari Pustu, Puskesmas hingga rumah sakit. Menurut Nono, belum diketahui secara pasti sampai kapan murid di SMP 2 Tutallu harus diliburkan. Dia juga mengaku belum mendapat petunjuk terkait proses pembelajaran seperti apa yang akan diterapkan selama murid diliburkan . “Ya dibilang sampai mereda (DBD). (Terkait proses pembelajaran) belum ada petunjuk,” ungkapnya. Diakui Nono, sebelum ruang kelas di SMP 2 Tutallu dimanfaatkan sebagai tempat perawatan pasien DBD, sebagian besar murid sudah meliburkan diri karena takut tertular penyakit. “Sebagian (sudah meliburkan diri) kan takut,” tuturnya. Sementara Kepala Dusun Ambopadang Ruhanuddin menyebut, setidaknya ada 2 sekolah di wilayahnya yang terpaksa diliburkan imbas membludaknya kasus DBD. Selain SMP 2 Tutallu, proses belajar mengajar di SDN 010 Ambopadang juga terpaksa diliburkan. Kedua sekolah ini berada di lokasi yang sama dan hanya dipisahkan oleh jalan selebar 2,5 meter. “Ada 2 sekolah yang diliburkan. Satu SMP, satunya lagi SD,” ujarnya. Ruhanuddin juga mengaku belum bisa memastikan sampai kapan proses belajar mengajar pada kedua sekolah tersebut harus diliburkan. “Diliburkan, kalau semakin bertambah mungkin belum masuk sekolah, tapi kalau sudah kurang atau habis mungkin sudah bisa masuk sekolah. Belum ditentukan sampai sekarang,” pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, sebanyak 17 pasien penderita demam berdarah dengue (DBD) jalani perawatan dalam kelas SMP 2 Tutallu di Kabupaten Polman. Selain alasan tidak mau berpisah dengan keluarga, sejumlah pasien berdalih enggan jalani perawatan di Puskesmas maupun rumah sakit karena jaraknya terlalu jauh. “Kalau ke Puskesmas sama rumah sakit jauh. Di sini kita dekat sama keluarga lain yang juga jalani perawatan,” kata salah satu keluarga pasien, Kaco kepada wartawan, Rabu (23/10). (thaya)          
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman