2 Remaja Jadi Korban Penganiayaan di Wonomulyo Polman, Satu Luka Bacok di Punggung
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 13 Agustus 2026 17:55 WITA
238 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Dua remaja pria masing-masing berinisial RE (16) dan SE (16) menjadi korban penganiayaan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Penganiayaan itu mengakibatkan RE menderita luka serius di punggung usai terkena sabetan parang.
“1 (korban) kena bacok luka punggung, satunya lagi sempat menjadi korban pemukulan,” kata Kapolsek Urban Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna kepada wartawan, Kamis (13/08/2026).
Insiden terjadi di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kamis dini hari (13/08) sekitar pukul 01.00 Wita. Setelah kejadian, RE langsung dievakuasi ke RSUD Pratama Wonomulyo untuk mendapatkan perawatan medis.
Lanjut Sandy mengungkap kronologi kejadian. Bermula saat kedua korban mengendarai sepeda motor melintas di sekitar lokasi kejadian, tiba-tiba dipepet sejumlah pria salah satunya diketahui berinisial FA (20).
FA kemudian menanyakan keberadaan seorang pria berinisial DA kepada korban. Karena DA tidak berada di lokasi, korban kemudian hendak melanjutkan perjalanan.
Namun, saat korban akan meninggalkan lokasi, FA tiba-tiba berteriak dan memerintahkan rekannya melakukan pemarangan.
“Infonya dia (korban) sedang melintas dengan temannya, saat melintas mereka dipepet sama si pelaku dengan tujuan mencari seseorang. Saat korban berniat melanjutkan perjalanan, pelaku FA tiba-tiba berteriak parangi,” terang Sandy.
Meski kedua korban mengaku tidak memiliki persoalan pribadi dengan pelaku, polisi menduga antara korban dan pelaku sudah saling mengenal.
“Korban mengaku tidak ada masalah dengan pelaku. Tapi kayaknya mereka saling kenal,” ujarnya,
Sandy mengatakan, polisi telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga penganiayaan tersebut berkaitan dengan persoalan antarkelompok. Kedua korban diduga menjadi sasaran salah orang dalam insiden tersebut.
“Kami telah mendatangi tkp dan mengumpulkan keterangan. Meski salah sasaran, diduga penganiayaan dipicu konflik antar kelompok, apalagi saling mengenal,” tuturnya.
Sandy menyebut pelaku penganiayaan masih dalam pengejaran polisi. Dia mengimbau keluarga korban tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwajib.
“Belum ada yang diamankan, sementara kami dari Polsek bersama Polres masih berusaha menemukan para pelaku. Kami mengimbau keluarga korban agar tidak melakukan aksi balasan dan segera membuat laporan resmi di polisi,” pungkasnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
