18 Rumah - 4 Sekolah di Mamasa Rusak usai Diterjang Angin Disertai Hujan Deras
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 26 September 2026 16:26 WITA
122 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Sebanyak 18 rumah warga dilaporkan rusak setelah diterjang angin kencang disertai hujan deras di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Cuaca ekstrem itu juga menyebabkan empat bangunan sekolah di daerah ini ikut alami kerusakan.
"Terkait kejadian hujan disertai angin kencang dilaporkan ada 18 rumah warga dan 4 bangunan sekolah yang alami kerusakan," kata Kepala BPBD Mamasa Alfredi kepada wartawan melalui pesan singkat, Sabtu (26/09/2026).
Angin kencang disertai hujan deras itu menerjang tiga desa di Kecamatan Aralle, Jumat kemarin (25/09) sekitar pukul 15.45 WITA. Ketiga desa yang terdampak yakni Desa Uhailanu, Desa Uhaidao dan Desa Ralleanak.
Sementara empat bangunan sekolah yang turut terdampak, yakni MTS Uhaidao, SDS Kurasa, SD 03 Ralleanak dan MI Uhaidao.
"Rata-rata terdampak pada bagian atap yang terlepas," ungkap Alfredi.
Alfredi mengatakan, dari total 18 rumah yang terdampak, sebanyak delapan rumah mengalami rusak berat dan sepuluh lainnya rusak ringan.
"Di desa Uhailanu ada 4 rumah rusak berat dan 5 rusak ringan, di Desa Uhaidao 2 rusak berat dan 4 rusak ringan, serta di Desa Ralleanak 2 rusak berat dan 1 rusak ringan," terangnya.
Menurut Alfredi, bencana alam tersebut berdampak terhadap 18 keluarga yang terdiri dari 72 jiwa. Beberapa warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah terpaksa mengungsi ke rumah sanak keluarga.
"Untuk warga yang mengungsi ada beberapa yang rumahnya rusak berat. Termasuk warga yang rumahnya tertimpa pohon tumbang," bebernya.
Diakui, pihak BPBD Mamasa telah melakukan kaji cepat untuk memastikan dampak yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut, sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya.
"Langkah yang kami lakukan tentu diawali dengan kaji cepat untuk memastikan dampak yang ditimbulkan, berapa jumlah keluarga atau jiwa yang terdampak untuk menjadi panduan melakukan langkah penangan selanjutnya," imbuhnya.
Alfredi mengatakan, BPBD Mamasa bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) akan segera turun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan serta memastikan kondisi warga yang terdampak.
"Kami dari TRC merencanakan hari ini melakukan penyaluran bantuan darurat untuk meringankan beban warga yang terdampak," tutupnya.
Sementara Kepala Desa Uhaidao Ali mengungkapkan, angin kencang menerjang setelah hujan deras mengguyur beberapa jam. Diakui, dua sudah hari terakhir wilayahnya dilanda hujan deras sejak kemarau melanda.
“Lama itu hujan, dari jam dua sampai sore. Dua hari hujan, setelah itu ada mi angin kencang,” pungkasnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
