Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

100 Ha Lahan Hangus Dalam Semalam Akibat Karthutla di Polman, Api Sulit Dipadamkan

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 18 September 2026 16:44 WITA 120 tayangan 2 menit baca
100 Ha Lahan Hangus Dalam Semalam Akibat Karthutla di Polman, Api Sulit Dipadamkan
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Sedikitnya 100 hektar (Ha) lahan dilaporkan hangus akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Petugas kesulitan memadamkan kobaran api karena lokasi kebakaran tidak dapat dijangkau mobil pemadam. "(Lahan yang terbakar) Ini tadi malam seratus hektar lebih," kata Kepala UPTD Damkar Polman, Imran kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (18/09/2026). Karhutla itu terjadi di Desa Paku Kecamatan Binuang, Kamis malam (17/09). Proses pemadaman api dilakukan petugas hingga dini hari menggunakan alat seadanya. "Kita padamkan dengan cara manual pakai tangki gendong, karena lokasi kebakaran tidak terjangkau mobil pemadam. Proses pemadaman dilakukan sampai subuh," ungkapnya. Menurut Imran, petugas dan warga kesulitan menjangkau semua titik api. Hembusan angin kencang membuat kobaran api cepat meluas. "Satu titik saja, cuman menjalar terus itu api karena terbawa angin. Jadi api merambat terus ," tandasnya. Sementara Camat Binuang Andi Saggaf menyebut sumber api berasal dari seberang gunung yang meluas cepat karena angin kencang. Api membakar sebagian lahan yang produktif. "Inikan api menyebrang dari sebelah gunung, dari puncak turun ke bawah. Karena angin kencang sehingga bertebaran, pohon-pohon besar yang dihantam, terbakar semua," terangnya. Diakui, pihaknya bersama warga masih siaga untuk mengantisipasi kebakaran susulan. Apalagi belum semua titik api berhasil dipadamkan. "Sebagian bisa dipadamkan, sebagian tidak mampu dipadamkan dengan prediksi tidak akan meluas. Kami semua siaga bersama masyarakat karena kita khawatirkan jangan sampai melebar ke kebun produktif," tuturnya. Saggaf mengaku belum mengetahui sumber api penyebab kebakaran. Meski begitu, dia menyebut kemarau panjang membuat pohon-pohon mengering hingga mudah terbakar. "Kita belum tahu apa penyebab kebakaran. Karena tidak pernah turun hujan membuat pohon-pohon menjadi layu dan kering sehingga mudah terbakar. Sedikit saja pemicu bisa cepat meluas," terangnya. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali, Saggaf mengimbau warga khususnya yang sedang berkebun agar tidak membuang puntung rokoknya pada sembarang tempat. "Khususnya petani agar tidak buang puntung rokok sembarangan. Karena masih pakai gaya dulu, buang puntung rokok sembarangan, ketika berbalik tidak sadar menjadi penyebab kebakaran," pungkasnya. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman