Gubernur Sulbar Apresiasi Warga Mamasa Jaga Identitas, Dorong Bulan Mamase Masuk KEN
FOTO Istimewa : Gubernur Sulbar SDK hadiri event Bulan Mamase di Kabupaten Mamasa, Senin (06/04/2026).

Gubernur Sulbar Apresiasi Warga Mamasa Jaga Identitas, Dorong Bulan Mamase Masuk KEN

MAMASA,- Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) mengapresiasi masyarakat Mamasa yang dinilai masih kuat menjaga identitas budaya termasuk penggunaan pakain tradisional Sambu’. Dia mendorong pengembangan tenun Sambu’ agar semakin diminati masyarakat luas.

Hal itu disampaikan SDK saat membuka event Bulan Mamase atau Bulan Kasih Sayang yang diselenggaraan Pemerintah Kabupaten Mamasa di Tribun Lapangan Kondosapata Mamasa, Senin (06/04).

“Di tempat lain orang sudah pakai jas, tapi di Mamasa orang masih bangga pakai pakaian tradisionalnya. Kita perlu desain supaya bukan hanya orang Mamasa yang suka, tapi seluruh Indonesia juga tertarik memakai sambu’,” ujar SDK dalam keterangannya, Senin (06/04/2026).

SDK mencontohkan batik yang awalnya identik dengan daerah tertentu, namun kini menjadi identitas nasional dan bernilai ekonomi tinggi.

Selain budaya, SDK juga menekankan pentingnya mengaitkan sektor ekonomi, khususnya UMKM dan produk lokal. Menurutnya, tidak semua budaya harus “disimpan”. Ada yang bisa ditampilkan dan bahkan memiliki nilai jual, seperti tarian tradisional.

“Kalau ditampilkan di luar daerah, itu bisa bernilai ekonomi. Budaya bisa tetap dijaga, tapi juga bisa memberi manfaat,” ujarnya.

SDK lalu mendorong pengembangan hilirisasi produk lokal Mamasa, mulai dari kopi, markisa, hingga nenas. SDK bahkan melempar gagasan branding “kopi gubernur” untuk kopi robusta khas Mamasa, lengkap dengan kemasan menarik agar memiliki daya saing.

“Kopi Mamasa jangan dijual mentah. Harus sudah dalam bentuk bubuk, dikemas bagus, punya merek,” katanya.

Selain itu, SDK juga menyoroti potensi nenas di Mamasa yang produksinya meningkat namun harganya masih rendah. Menurutnya, pengolahan menjadi produk turunan seperti selai bisa meningkatkan nilai jual secara signifikan.

“Kalau diolah, nilai tambahnya bisa berkali lipat. Ini yang perlu didorong,” bebernya.

Pada kesempatan itu, SDK juga mendorong event ‘Bulan Mamase’ di Kabupaten Mamasa, didaftar dalam  Kharisma Event Nusantara (KEN) yang menjadi program strategis Kementerian Pariwisata RI. Dia meminta hal tersebut segera ditindaklanjuti dalam perencanaan anggaran 2027 mendatang.

“Segera daftar ke KEN, nanti kita bantu, tahun depan Pemprov juga akan dukung anggarannya. Ada dinas perwisata disini catat ini hari, kamu akan dimarahin oleh pak bupati kalau tidak masuk anggaran 2027,” imbuhnya.

SDK mengaku terkesan dengan pembukaan event yang diramaikan parade budaya dari 17 kecamatan di Mamasa serta menampilkan kekayaan tradisi dan identitas masing-masing daerah. Menurutnya, budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga cerminan jati diri.

“Siapa yang bangga dengan budayanya, berarti bangga dengan dirinya. Siapa yang mencintai budayanya, berarti mencintai daerahnya,” tutupnya. (rls)

 

__Terbit pada
06/04/2026