
Pemprov Sulbar Dorong Pengembangan Tenun untuk Tingkatkan Perekonomian
MAMUJU,- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mendorong pengembangan wastra atau kain tenun di daerah ini agar semakin dikenal dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar Junda Maulana saat membuka Event Jiwa Wastra Sulbar di Mamuju, Jumat (17/04). Dia menyampaikan, wastra atau kain tenun merupakan hasil karya tangan manusia yang memiliki nilai budaya, seni, dan ekonomi yang tinggi.
Diakui, Pemprov Sulbar mendukung pengembangan dan promosi kain tenun sebagai komoditas unggulan daerah.
“Wastra adalah kain tenun yang dibuat dengan tangan. Ini menjadi komoditas unggulan Sulawesi Barat karena kita memiliki kekayaan alam, budaya, dan seni yang kuat,” kata Junda dalam keterangannya, Jumat (17/04/2026).
Junda lalu membeberkan rencana untuk mengembangkan wastra. Pertama meningkatkan produksi secara masif. Kemudian inovasi desain yang diakui menjadi kunci agar produk tenun lebih variatif dan diminati berbagai kalangan.
“Kita harus menghadirkan desainer agar busana tenun tidak monoton, sehingga semakin dicintai,” ujarnya.
Terkait promosi, Junda menilai bahwa cara paling efektif dan murah adalah dengan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal. Ia mengajak masyarakat Sulbar untuk bangga dan menggunakan tenun daerah sendiri.
Dia juga menekankan peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai contoh dalam penggunaan produk lokal. Hal ini sejalan dengan peraturan gubernur yang mewajibkan penggunaan batik atau tenun Sulbar setiap hari Kamis.
“Kita harus menggalakkan itu agar menjadi kebiasaan dan budaya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Junda menjelaskan bahwa produksi tenun perlu dibagi menjadi dua kategori, yaitu produk biasa dan premium.
Produk biasa ditujukan untuk penggunaan sehari-hari oleh masyarakat dengan desain yang telah dimodifikasi, sementara produk premium disiapkan untuk pasar luar daerah hingga internasional.
“Produk premium ini penting agar konsumen tidak kecewa terhadap kualitas dan daya tahan,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Junda juga menyampaikan apresiasi kepada Founder Oerip Indonesia, Dian Erra Kumalasari, yang dinilai berperan besar dalam mempromosikan tenun Sulbar hingga ke tingkat nasional dan internasional.
“Kita bangga tenun kita sudah dibumikan dan diangkat oleh Ibu Dian Oerip. Ini sangat baik karena ada pemerhati yang membawa tenun kita ke level lebih tinggi,” pungkasnya.
Melalui Event Jiwa Wastra Sulbar, pemerintah berharap kolaborasi antara pelaku usaha, desainer, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menjadikan tenun sebagai identitas sekaligus penggerak ekonomi Sulbar. (Rls)







