Biro Pemkesra Setda Sulbar Gelar Peningkatan Kapasitas SDM Tokoh Agama
Foto Istimewa : Sejumlah tokoh agama ikuti kegiatan digelar Biro Pemkesra Sulbar di Hotel Grand Putra Mamuju, Kamis (16/04/2026).

Biro Pemkesra Setda Sulbar Gelar Peningkatan Kapasitas SDM Tokoh Agama

MAMUJU,- Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Tokoh Agama. Tujuannya untuk mengokohkan peran strategis tokoh agama dalam menjaga stabilitas kehidupan masyarakat yang majemuk.

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Subar Junda Maulana, berlangsung di Hotel Grand Putra Mamuju, Kamis (16/04). Mengusung tema “Religius Leader: Kepemimpinan Tokoh Agama dalam Menjaga Ketahanan Sosial,”

Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulbar, Murdanil dalam laporannya menyampaikan, agenda ini merupakan wujud komitmen strategis dan berkesinambungan pemerintah daerah, melanjutkan program serupa di tahun 2025.

Diakui, kehadiran tokoh agama dinilai sangat krusial menghadapi dinamika sosial, tekanan ekonomi, serta perubahan pola interaksi masyarakat yang berlangsung cepat.

“Oleh karena itu, tokoh agama hari ini tidak cukup hanya berperan sebagai penyampai ajaran agama secara tekstual, tetapi juga dituntut untuk menjadi pemimpin umat yang memiliki sensitivitas sosial, mampu membaca realitas kehidupan masyarakat, serta mampu memberikan pandangan yang menenangkan, mencerahkan, dan solutif,” kata Murdanil dalam keterangannya, Kamis (16/04/2026).

Dia juga mengatakan, keteladanan adalah wujud dari religius leader yang menjalankan fungsi sebagai moral leader sekaligus social leader.

Sementara Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana dalam sambutannya menegaskan bahwa di tengah arus informasi yang cepat dan potensi pergeseran nilai, kolaborasi antara pemerintah dan tokoh agama adalah kunci kemajuan daerah.

“Ketahanan sosial bukan hanya soal stabilitas, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat untuk tetap rukun, toleran, dan saling menghormati di tengah perbedaan,” ujarnya.

Melalui ruang silaturahmi dan dialog ini, Pemerintah Provinsi Sulbar menaruh harapan besar agar jejaring yang kuat antar tokoh agama dapat terus terbangun.

Masyarakat Sulawesi Barat diajak untuk terus berkolaborasi dan menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, demi terwujudnya tatanan sosial yang harmonis dan berkeadaban.(rls)

__Terbit pada
14/05/2026
__Kategori
Pemerintahan, Sosial