
Nelayan Polman Hilang Melaut Ditemukan Selamat di Pinrang
POLEWALI MANDAR,- Nelayan bernama Nardin (53 tahun) warga Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, yang dilaporkan hilang saat melaut akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Korban terbawa arus hingga ke perairan Pinrang, Sulawesi Selatan, setelah perahu katinting yang ditumpangi saat melaut terbalik usai dihempas ombak.
“Dua hari dua malam korban terbawa arus karena perahunya dihantam ombak,”kata Sekretaris Desa Laliko, Muhammad Rusadi saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (11/02/2023).
Menurut Rusadi, korban Nardin yang merupakan warga Dusun Labuang, Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, ditemukan daerah Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Jumat (10/02). Korban ditemukan seorang nelayan yang sedang melaut di perairan tersebut.
“Yang menemukan orang Langnga, infonya ditemukan sebelum jam sepuluh pagi (Jumat), tepatnya di tengah laut,”ujarnya.
Rusadi menyebut, saat ini korban sudah berada di kediamannya. Dia mengatakan kondisi Nardin masih tampak lemas.
“Saya tadi malam ketemu korban di rumahnya, kondisinya secara fisik Alhamdulillah bagus, tapi agak lemas karena dua hari dua malam tidak minum,”ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Rusadi mengungkapkan jika selama dua hari dua malam korban bertahan di atas perahunya yang terbalik. Perahu tersebut terombang ambing hingga akhirnya terbawa arus ke perairan Pinrang.
“Setelah perahu terbalik korban bertahan di atas perahu hingga ditemukan nelayan, korban terombang ambing bersama perahunya hingga terbawa arus,”terangnya.
Hanya saja kata Rusadi, nelayan yang menemukan tidak sempat mengevakuasi perahu milik korban. Menurutnya, nelayan tersebut lebih mengutamakan keselamatan korban.
“Pihak nelayan yang menemukan korban tidak sempat ambil perahu, karena dia mengutamakan keselamatan si korban,”tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, nelayan bernama Nardin (53 tahun) dilaporkan hilang melaut di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
“Dinyatakan hilang itu kemarin (Rabu petang) pas magrib, karena biasanya mereka sudah pulang melaut sekira jam sepuluh siang”, kata Kepala Desa Laliko Andi Rahmanuddin kepada wartawan, Kamis (9/02/2023).
Korban diketahui berangkat melaut menggunakan perahu katinting sekira pukul 04:00 Wita, Rabu (8/02) dinihari.
Rahmanuddin menduga, perahu yang ditumpangi korban terbawa arus atau dihantam ombak. Apalagi, kondisi angin cukup kencang.
“Cuaca kemarin memang tidak baik, angin cukup kencang sejak jam sembilan pagi,” ungkapnya. (Thaya)







