Cerita Ibu Korban, Almarhum Yus Yunus Ingin Pulang Untuk Ziarah Makam Ayahnya
WONOMULYO ,- Belum kering air mata Nonni (54 Tahun), warga Dusun Taramanu, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.
Betapa tidak, salah satu anaknya, Yus Yunus (25 Tahun), yang sejak beberapa tahun lamanya merantau di Papua, kembali pulang ke kampung halaman dengan kondisi tidak bernyawa.
Yus Yunus, anak keenam dari 12 bersaudara, meninggal setelah menjadi korban amukan massa di di Kabupaten Dogiyai , Papua, Minggu lalu (23/02/20). Korban dituduh menabrak seekor babi dan warga setempat hingga tewas.
Rekaman video yang menampilkan peristiwa naas yang dialami korban beredar luas di media sosial dan menuai kecaman warga. Betapa tidak, korban dimassa di hadapan sejumlah oknum bersenjata lengkap diduga anggota polisi, yang terlihat tidak dapat berbuat banyak untuk menyelamatkan nyawa korban.
Setibanya di kampung halaman, jenazah almarhum langsung dikebumikan di taman pemakaman islam, Desa Sugihwaras, Senin malam (24/02/20)
Nonni, ibu almarhum mengaku tidak menyangka anaknya akan pulang ke kampung halaman dengan kondisi tidak bernyawa. Apalagi sebelumnya korban mengaku hendak pulang untuk berziarah di makam ayahnya, “ Almarhum memang sempat mengutarakan niatnya untuk pulang ke kampung halaman, katanya mau ziarah ke makam bapaknya, kemudian ke Bandung untuk ziarah ke makam mertua laki-lakinya “ cerita Nonni kepada wartawan, saat dijumpai di rumahnya, Kamis (27/02/20).
Menurut Nonni, saat dirinya berada di Nabire, Papua, sebulan lalu, telah merencankan untuk pulang ke kampung halaman bersama korban, “ Namun waktu itu korban belum bisa ikut, karena masih ada pekerjaan di proyek yang harus di selesaikan, katanya seminggu lagi selesai , jadi saya pulang lebih awal, karena saudara korban mau di wisudah “ kenang Nonni berurai air mata, sambil memeluk foto almarhum. (Thaya)







