Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Warga Polman Bunuh Ular Piton 8 Meter yang Ditemukan Saat Berburu Ayam Hutan

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 17 Juli 2026 15:32 WITA 267 tayangan 2 menit baca
Warga Polman Bunuh Ular Piton 8 Meter yang Ditemukan Saat Berburu Ayam Hutan
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Sejumlah warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) terekam kamera saat berupaya melumpuhkan seekor ular piton sepanjang 8 meter. Ular tersebut ditemukan warga saat mencari ayam hutan. “Awalnya itu naik ki di atas (hutan) mau tangkap ayam hutan, karena na bilang orang di atas yang punya kebun katanya banyak ayam hutan di atas. Belum pi ada ayam hutan ditangkap diliat mi itu ular,” ujar salah satu warga, Yusril kepada wartawan, Jumat (17/07/2026). Ular ditemukan saat berada dalam semak belukar dalam kawasan hutan di Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Rabu (15/07). Warga sempat menduga ular yang dilihatnya adalah keranjang durian. “Teman yang menemani sempat bertanya itu apa, dia menduga itu keranjang durian,” ujar Yusril. Karena khawatir dengan ukuran ular yang cukup besar, Yusril mengaku langsung mengajak rekannya pulang untuk meminta bantuan warga. Keesokan harinya mereka kembali ke lokasi bersama warga lain yang sudah berpengalaman menangkap ular, Kamis (16/07). “Jadi pulang maki ke kampung, karena tidak ada orang mau naik (tangkap ular) karena sedikit jaki sama. Kebetulan kemarin (kamis) banyak ki di sini, diajak mi naik, ada mi juga yang berani, biasa tangkap ular kita ajak juga naik,” ungkapnya. Menurut Yusril, warga tidak menemui kendala saat berupaya menangkap ular tersebut. Sebab, ular tersebut kesulitan bergerak akibat perutnya dalam kondisi sudah membesar diduga usai menelan babi hutan. “Sudah besar perutnya, tidak bisa mi goyang (ular), di tempat saja, mungkin sudah telan babi karena di hutan. Langung di anu (dijepit) kepalanya pakai kayu, baru langsung ditangkap, dibantu itu orang yang tangkap,” terangnya. Yusril menuturkan, ular tersebut telah dibunuh karena dianggap membahayakan keselamatan warga. Apalagi lokasi penemuan ular berada tidak jauh dari areal perkebunan warga. “(Ukuran ular) hampir-hampir delapan meter kapang itu, yang jelas tujuh meter lebih, ular piton. Ular dibunuh, karena jangan sampai ada masyarakat jadi korbannya. Kita khawatir karena dekat dari kebunnya orang,” pungkasnya. Dalam potongan video yang diperoleh wartawan, Jumat (17/07), terlihat sejumlah pria dewasa berjibaku menangkap ular piton berukuran besar yang masih menggeliat di antara semak belukar di kawasan hutan. Beberapa warga tampak berusaha mengendalikan ular dengan memegang bagian kepala, sementara yang lain menarik ekornya. Bahkan, seorang warga tampak duduk di atas tubuh ular raksasa tersebut untuk membatasi ruang geraknya. Setelah dipastikan mati, bangkai ular piton itu kemudian diangkat secara bergotong royong oleh warga dan dibawa keluar dari lokasi penemuan sebelum akhirnya dibuang. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman