Unjuk Rasa Tuntut Pembayaran Gaji Guru dan Aparat Desa di Mamasa - Massa Usung Keranda Mayat
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 10 Maret 2023 13:15 WITA
499 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Puluhan massa aksi menggelar unjuk rasa di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Mereka mengecam dan menutut pemerintah setempat segera merealisasikan pembayaran tunjangan sertifikasi guru dan gaji aparat desa yang masih tertunda.
Aksi unjuk rasa, berlangsung di Jalan Demmatande, simpang lima, Kecamatan Mamasa, sekira pukul 10:00 WITA, Jumat (10/3). Massa aksi berasal dari organisasi gabungan. Diantaranya GMNI, LMND, GRD, IPP PGRI, LSM LIRA, PPDI dan IPPMK.
Selain berorasi, massa aksi juga membawa poster tuntutan dan membakar ban bekas. Bahkan ada keranda mayat bertuliskan '21 Tahun Kabupaten Mamasa RIP Keadilan'.
"Kami mengecam pemerintah daerah kabupaten Mamasa yang telah menindas dan mengebiri hak rakyatnya sendiri,"ungkap Kordinator Aksi Rihardes L Memanna dalam orasinya, Jumat(10/03/2023).
Rihardes mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami para guru dan aparat desa di daerah ini. Dia meminta pemerintah membuka mata, dan segera menyalurkan tunjangan dan gaji aparatnya itu.
"Sangat miris mendengar keluhan mereka (guru dan aparat desa), mereka berharap melalui aksi ini kesulitan yang mereka rasakan dapat didengar dan diselesaikan (pemerintah)," tegas Rihardes.
Setelah menyampaikan aspirasi di simpan lima Kecamatan Mamasa, massa aksi kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Mamasa untuk menyampaikan tuntutannya.
Salah seorang perwakilan guru yang ikut dalam aksi, Rimawati mengaku kesal lantaran merasa telah dibohongi pemerintah kabupaten Mamasa.
"Kami dibohongi oleh pemerintah daerah Kabupaten Mamasa dengan janji-janji palsu,"ungkap Rimawati kepada, wartawan, Jumat (10/03).
Menurut Rimawati, para guru di daerah ini telah mendapat janji sebanyak tiga kali, terkait gaji sertifikasi triwulan keempat yang hingga saat ini belum terbayarkan.
"Kami telah dijanji sejak Agustus 2022 untuk pembayaran sertifikasi triwulan ke 4 hingga awal januari 2023, sampai saat ini belum terbayar," ungkapnya kesal.
"Akibat tidak dicairkannya gaji kami, banyak guru yang tidak dapat melakukan pembelajaran dengan baik dan menunjang keberhasilan belajar, "pungkas Rimawati. (ady/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.