Ungkap Pelaku Pembuang Janin Dalam Kelas di Luyo, Polisi Akan Panggil Sejumlah Saksi
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 20 September 2019 15:33 WITA
2,478 tayangan
2 menit baca
LUYO,- Upaya jajaran kepolisian Polsek Campalagian, Polres Polewali Mandar, untuk mengungkap identitas pelaku pembuang janin dalam ruang kelas di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Campalagian, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, terus dilakukan.
Setelah Kamis kemarin (19/09) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah petunjuk di lapangan, polisi juga akan segera memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.
“ Penyelidikan terus kita lakukan, setelah kemarin melakukan olah TKP untuk mengumpulkan sejumlah petunjuk, dalam waktu dekat kita akan segera memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan “ kata Kanit Reskrim Polsek Campalagian, AIPTU Muliono, saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Jumat siang (20/09/19).
Saksi yang dimaksud diantaranya, ibu guru yang pertama kali mengamankan janin tersebut saat ditemukan para murid dan pegawai yang bertugas mengunci semua ruang kelas di sekolah, “ Mungkin beberapa murid juga akan kita panggil untuk dimintai keterangan “ beber Muliono.
Kendati dari hasil olah TKP yang telah dilakukan dipastikan pelaku pembuang janin adalah orang yang kerap berakfititas di lingkungan sekolah, polisi enggan menduga-duga siapa pemilik janin tersebut yang sebenarnya, apakah salah seorang murid atau orang lain “ Nantilah kita lihat hasil penyelidikan seperti apa “ pungkas Muliono.
Peristiwa yang menggegerkan ini terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Campalagian, di Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu pagi (18/09/19).
Janin ditemukan tergeletak di lantai sudut ruangan praktek menjahit , dengan darah yang berceceran di sekitarnya. Saat ditemukan, janin tersebut ditutupi menggunakan selembar tisu. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.