Terlibat Aksi Pengeroyokan di Polman, 17 Pelajar Wajib Lapor ke Polisi
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 8 Februari 2024 18:29 WITA
1,138 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Remaja yang diamankan polisi karena diduga terlibat aksi pengeroyokan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, bertambah menjadi 17 orang. Mereka dikenakan sanksi wajib lapor karena masih di bawah umur dan statusnya sebagai pelajar.
"Kemarin kita amankan sembilan, sekarang bertambah delapan jadi total semua ada 17 pelajar," kata KBO Satreskrim Polres Polman, Ipda Irfan kepada wartawan, Kamis (08/02/2024).
Menurut Irfan, korban inisial MA (16) secara resmi telah melaporkan peristiwa pengeroyokan yang dialaminya.
Para remaja yang terlibat aksi pengeroyokan itu, secara bergantian jalani pemeriksaan di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Polman, Jalan Ratulangi, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali.
Rencananya, para remaja yang terlibat aksi pengeroyokan akan dibuatkan surat perjanjian agar tidak mengulangi perbuatannya, jika korban sepakat berdamai.
"Kita berupaya untuk menempuh jalur damai, jika korban tidak keberatan kita sampaikan," ungkap Irfan.
Menurut Irfan, aksi pengeroyokan dipicu ketersinggungan salah satu pelaku usai berbicara dengan korban lewat telepon.
Korban dan pelaku lalu sepakat untuk bertemu. Namun tanpa diduga pelaku mengajak teman-temannya untuk ikut serta.
"Saling panggil-panggil, awalnya berkumpul di depan SMA 1 Wonomulyo, lalu menuju ke Dusun Pohayam,” pungkas Irfan.
Diberitakan sebelumnya, sembilan remaja diamankan polisi usai terlibat aksi pengeroyokan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Perbuatan pelaku mengakibatkan korban inisial MA (16) menderita sejumlah luka lebam.
"Dari hasil penyelidikan tersebut, unit Opsnal Sat Reskrim Polres Polman dibantu personil Polsek Wonomulyo mengamankan sembilan orang terduga pelaku dan langsung dibawa ke mako Polres Polman guna proses penyelidikan lebih lanjut," kata Kapolsek Urban Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna kepada wartawan, Selasa (6/2/2024).
Insiden pengeroyokan terjadi di Dusun Pohayam, Desa Sumberejo, Kecamatan Wonomulyo, Senin malam (05/02) sekira pukul 22.30 Wita.
Sandy menuturkan, insiden bermula ketika pelaku bersama rombongan mendatangi korban di lokasi kejadian dan langsung melakukan pengeroyokan.
"Rombongan terduga pelaku langsung menghampiri korban yang saat itu berada di depan rumahnya, serta mengeroyok korban secara bersama-sama," tuturnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.