Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Terjebak Dalam Jaring, Warga Panyampa Amankan Anak Buaya

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 5 Maret 2020 09:40 WITA 705 tayangan 2 menit baca
Terjebak Dalam Jaring, Warga Panyampa Amankan Anak Buaya
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!

CAMPALAGIAN ,- Jamaluddin (44 Tahun), warga Dusun Gusung, Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, mengamankan seekor anak buaya berukuran satu setengah meter, yang masuk ke dalam jaring miliknya ketika menangkap ikan di sungai.

Anak buaya kemudian dibawa pulang ke rumahnya, dan disimpan dalam wadah styrofom berisi air dan bagian atasnya ditutup menggunakan jaring.

Sebelumnya, Jamaluddin sempat membawa buaya tersebut kembali ke habitatnya untuk dilepas liarkan, namun buaya enggan pergi dan tetap kembali.

Kabar tertangkapnya anak buaya terjadi Rabu kemarin (04/03/20), sontak mengundang perhatian warga. Banyak warga berdatangan untuk melihat anak buaya. Apalagi sejumlah kerabat meyakini, reptil berbahaya yang ditangkap Jamaluddin, bukan buaya sembarangan.

Tidak sedikit warga yang percaya, buaya tersebut adalah kerabat mereka dalam wujud yang lain, “ Ini bukan buaya sembarangan pak, ini kerabat kami, kami berkeluarga memang memiliki beberapa saudara namun dalam wujud yang lain “ ungkap salah seorang warga, Nurhayati kepada wartawan.

Keyakinan itu diperkuat, lantaran jari kedua kaki depan dan belakang buaya yang tertangkap berjumlah lima, sama dengan jumlah jari manusia, “ Sebelumnya, salah seorang kerabat juga memimpikan seseorang yang menyampaikan pesan bahwa akan ada anak-anak yang datang di kampung kami, orang tersebut meminta agar anak itu tidak dipukul “ tutur Nurhayati meyakini.

Menurut Nurhayani, setiap tahun mendekati bulang ramadhan, anak buaya yang diyakini telah berumur 13 tahun ini, memang acap kali datang ke rumahnya dengan berbagai macam cara, “ Tahun lalu juga begitu, jelang bulan ramadhan dia datang ke rumah, tiba-tiba kami dapati berada di atas lemari,  tahun-tahun sebelumnya juga seperti itu, mungkin karena ini sudah mendekati ramadhan, makanya datang lagi “ katanya.

Karena diyakini sebagai salah satu kerabat, Nurhayati dan keluarga sempat memperlakukan buaya layaknya manusia. Tanpa merasa takut, secara bergantian mereka menggendong hingga berswafoto bersama buaya.

Nurhayati dan keluarga mengaku tidak akan menyerahkan buaya kepada dinas terkait, lantaran diyakini buaya akan pergi dengan sendirinya, jika telah merasa puas berkumpul bersama keluarganya. (Thaya)

Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman