Ki-ka : Adrian Pratama dan Jonathan Farrel Gosall, peraih juara 1, GPA-BD U15, Djarum Sirkuit Nasional Premier 2019. Sumber Photo : Istimewa.[/caption]
Bahkan bagi sang juara Jonathan Farrel Gosall, remaja asal Kelurahan Sidoadi, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, yang tidak pernah menduga kerja kerasnya yang hanya bermodalkan doa dan dukungan dari keluarga tercinta, tanpa perhatian dari pemerintah dari daerah asalnya, bisa mengantarnya pada tangga juara yang diraihnya saat ini.
Keberhasilan Jonathan mempersembahkan prestasi juara, tentunya tidak hanya menjadi kebanggaan bagi club Jaya Raya dibelanya sekarang ini, tetapi juga bagi keluarga termasuk warga khususnya para pencita olah raga bulu tangkis di daerah asalnya.
Namun demikian, tidak sedikit warga yang mengaku prihatin, pasalnya keberhasilan yang diraih Jonathan tidak disertai dengan dukungan pemerintah dari daerah asalnya. Walau bisa dibilang sebagai putra pertama dari Polewali Mandar yang sukses mengukir prestasi dalam olah bulutangkis baik tingkat nasional maupun internasional, pemerintah setempat seakan tutup mata tanpa memberi apresiasi apapun sebagai bentuk dukungan positif kepada Jonathan sebagai putra daerah.
“ Tentunya ini sangat disayangkan, karena kemenangan Jonathan berbanding terbalik dengan perhatian yang diberikan pada atlet yang mengikuti lomba-lomba lainnya, yang justru kerap mendapat dukungan penuh dari pemerintah “ ungkap salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada wartawan, Senin (08/04/19).
Disebutkan, keberhasilan Jonathan meraih juara, harusnya bisa menjadi alasan bagi pemerintahuntuk segera berbenah, menyiapkan sarana prasarana olah raga bulu tangkis yang memadai, agar kelak daerah kita ini dapat kembali melahirkan bibit juara bulu tangkis yang baru, menyusul nama Jonathan yang telah tercatat dalam federasi olah raga bulu tangkis dunia.
“ Sekarang kita lihat, meski kecamatan wonomulyo dikenal sebagai salah satu penyumbang pendapatan terbesar daerah, namun gedung bulutangkis saja tidak punya, padahal di sini banyak bibit pemain bulutangkis yang bagus, selama ini mereka latihan dengan menumpang dari gedung yang satu ke gedung yang lainnya, kalau begini terus bagaimana kita bisa juara, malu sama daerah lain, yang memberikan perhatian besar pada kebutuhan dan perkembangan atlet olah raga bulutangkisnya “ jelas lelaki pecinta olah raga bulutangkis ini dengan sedikit kesal. (Thaya) Tanpa Dukungan Pemerintah Asalnya, Jonathan Sabet Gelar Juara Djarum Sirkuit Nasional Premier 2019
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 8 April 2019 15:43 WITA
1,394 tayangan
3 menit baca
PURWOKERTO,- Djarum Sirkuit Nasional Premier 2019, yang berlangsung di Purwokerto, Jawa Tengah pada tanggal 1 hingga 6 April 2019 telah digelar dan berlangsung dengan sukses serta melahirkan sejumlah nama juara baru.
Salah satunya pasangan ganda putra U15, yang menempati posisi rangking 1 Asia versi BWV, Jonathan Farrell Gosall dan Adrian Pratama, menyabet gelar juara 1 kelas GPA-BD U15, menyingkirkan pasangan seclubnya dari Jaya Raya Jakarta, Febriano Wahyu Jani Nugroho dan Nova Aiza Ilham, tiga set langsung, 21-16, 16-21, dan 21-14.
Walau pendatang baru, nama Jonathan dan Adrian kini mulai bersinar dan mulai diperhitungkan pada sejumlah pertandingan bulutangis yang diikuti, baik skala nasional maupun internasional.
Keberhasilan Jonathan dan Adrian menyingkirkan beberapa nama pasangan ternama yang menjadi pesaingnya, hingga sukses menempatkan namanya sebagai sang juara pertama, merupakan bukti nyata bermunculannya bibit calon juara bulu tangkis di negara ini.
[caption id="attachment_5563" align="aligncenter" width="516"]
Ki-ka : Adrian Pratama dan Jonathan Farrel Gosall, peraih juara 1, GPA-BD U15, Djarum Sirkuit Nasional Premier 2019. Sumber Photo : Istimewa.[/caption]
Bahkan bagi sang juara Jonathan Farrel Gosall, remaja asal Kelurahan Sidoadi, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, yang tidak pernah menduga kerja kerasnya yang hanya bermodalkan doa dan dukungan dari keluarga tercinta, tanpa perhatian dari pemerintah dari daerah asalnya, bisa mengantarnya pada tangga juara yang diraihnya saat ini.
Keberhasilan Jonathan mempersembahkan prestasi juara, tentunya tidak hanya menjadi kebanggaan bagi club Jaya Raya dibelanya sekarang ini, tetapi juga bagi keluarga termasuk warga khususnya para pencita olah raga bulu tangkis di daerah asalnya.
Namun demikian, tidak sedikit warga yang mengaku prihatin, pasalnya keberhasilan yang diraih Jonathan tidak disertai dengan dukungan pemerintah dari daerah asalnya. Walau bisa dibilang sebagai putra pertama dari Polewali Mandar yang sukses mengukir prestasi dalam olah bulutangkis baik tingkat nasional maupun internasional, pemerintah setempat seakan tutup mata tanpa memberi apresiasi apapun sebagai bentuk dukungan positif kepada Jonathan sebagai putra daerah.
“ Tentunya ini sangat disayangkan, karena kemenangan Jonathan berbanding terbalik dengan perhatian yang diberikan pada atlet yang mengikuti lomba-lomba lainnya, yang justru kerap mendapat dukungan penuh dari pemerintah “ ungkap salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada wartawan, Senin (08/04/19).
Disebutkan, keberhasilan Jonathan meraih juara, harusnya bisa menjadi alasan bagi pemerintahuntuk segera berbenah, menyiapkan sarana prasarana olah raga bulu tangkis yang memadai, agar kelak daerah kita ini dapat kembali melahirkan bibit juara bulu tangkis yang baru, menyusul nama Jonathan yang telah tercatat dalam federasi olah raga bulu tangkis dunia.
“ Sekarang kita lihat, meski kecamatan wonomulyo dikenal sebagai salah satu penyumbang pendapatan terbesar daerah, namun gedung bulutangkis saja tidak punya, padahal di sini banyak bibit pemain bulutangkis yang bagus, selama ini mereka latihan dengan menumpang dari gedung yang satu ke gedung yang lainnya, kalau begini terus bagaimana kita bisa juara, malu sama daerah lain, yang memberikan perhatian besar pada kebutuhan dan perkembangan atlet olah raga bulutangkisnya “ jelas lelaki pecinta olah raga bulutangkis ini dengan sedikit kesal. (Thaya)
Ki-ka : Adrian Pratama dan Jonathan Farrel Gosall, peraih juara 1, GPA-BD U15, Djarum Sirkuit Nasional Premier 2019. Sumber Photo : Istimewa.[/caption]
Bahkan bagi sang juara Jonathan Farrel Gosall, remaja asal Kelurahan Sidoadi, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, yang tidak pernah menduga kerja kerasnya yang hanya bermodalkan doa dan dukungan dari keluarga tercinta, tanpa perhatian dari pemerintah dari daerah asalnya, bisa mengantarnya pada tangga juara yang diraihnya saat ini.
Keberhasilan Jonathan mempersembahkan prestasi juara, tentunya tidak hanya menjadi kebanggaan bagi club Jaya Raya dibelanya sekarang ini, tetapi juga bagi keluarga termasuk warga khususnya para pencita olah raga bulu tangkis di daerah asalnya.
Namun demikian, tidak sedikit warga yang mengaku prihatin, pasalnya keberhasilan yang diraih Jonathan tidak disertai dengan dukungan pemerintah dari daerah asalnya. Walau bisa dibilang sebagai putra pertama dari Polewali Mandar yang sukses mengukir prestasi dalam olah bulutangkis baik tingkat nasional maupun internasional, pemerintah setempat seakan tutup mata tanpa memberi apresiasi apapun sebagai bentuk dukungan positif kepada Jonathan sebagai putra daerah.
“ Tentunya ini sangat disayangkan, karena kemenangan Jonathan berbanding terbalik dengan perhatian yang diberikan pada atlet yang mengikuti lomba-lomba lainnya, yang justru kerap mendapat dukungan penuh dari pemerintah “ ungkap salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada wartawan, Senin (08/04/19).
Disebutkan, keberhasilan Jonathan meraih juara, harusnya bisa menjadi alasan bagi pemerintahuntuk segera berbenah, menyiapkan sarana prasarana olah raga bulu tangkis yang memadai, agar kelak daerah kita ini dapat kembali melahirkan bibit juara bulu tangkis yang baru, menyusul nama Jonathan yang telah tercatat dalam federasi olah raga bulu tangkis dunia.
“ Sekarang kita lihat, meski kecamatan wonomulyo dikenal sebagai salah satu penyumbang pendapatan terbesar daerah, namun gedung bulutangkis saja tidak punya, padahal di sini banyak bibit pemain bulutangkis yang bagus, selama ini mereka latihan dengan menumpang dari gedung yang satu ke gedung yang lainnya, kalau begini terus bagaimana kita bisa juara, malu sama daerah lain, yang memberikan perhatian besar pada kebutuhan dan perkembangan atlet olah raga bulutangkisnya “ jelas lelaki pecinta olah raga bulutangkis ini dengan sedikit kesal. (Thaya) admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
