Tamu Enggan Bayar Usai Berkencan, Picu Keributan di Gubuk Derita-Wonomulyo
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 2 September 2021 18:41 WITA
702 tayangan
2 menit baca
WONOMULYO,- Keributan antar warga terjadi di Kawasan Gubuk Derita, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.
Seorang pria dikabarkan menderita luka serius pada bagian kepala, usai diserang pria lainnya. Peristiwa terjadi Rabu sore (01/09), sekira pukul 17:00 wita.
“ Awalnya ada perempuan dan laki-laki, saling kejar dan saling lempar menggunakan botol kosong”, ujar salah satu warga HR, menceritakan kronologis kejadian kepada wartawan di Polsek Urban Wonomulyo, Kamis siang (02/09/2021).
“ Lima menit kemudian, datang suaminya itu perempuan, langsung dia pukul itu laki-laki pakai parang yang masih dalam sarungnya, dan bertanya istrinya diapakan ?,” sambung HR.
Keributan tidak berlangsung lama. pasca kejadian, kedua pria baik yang memukul maupun korban langsung meninggalkan lokasi kejadian.
“ Sudah memukul langsung pergi, sementara laki-laki yang dipukul langsung pulang. saya sempat ajak ke Puskesmas karena wajahnya dipenuhi darah, tapi dia tidak mau, mungkin malu, “ terang HR.
Tidak diketahui secara pasti penyebab terjadinya keributan. menurut HR, sebelumnya korban sang pria yang tidak diketahui identitasnya tersebut, dan wanita berinisial P yang diketahui berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK), sempat berduaan pada salah satu rumah warga di daerah ini. Keduanya diketahui sedang berkencan.
“ Penjelasan perempuan sampai marah, katanya dia dipukul, apalagi waktu saling kejar di depan rumah, dia sempat teriak kurang akar ini lelaki napukulka, “ tukas HR.
Kapolsek Wonomulyo AKP Adryan membenarkan peristiwa keributan tersebut. Berdasarkan informasi awal, disebut penyebab keributan, lantaran sang pria tidak mau membayar setelah dilayani berkencan.
“ pemicunya karena ada pelanggan yang tidak mau bayar usai berkencan,” ungkap Adriyan terpisah.
Kendati demikian, Adrian mengaku pria yang menjadi korban penganiayaan, sampai saat ini belum melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada polisi.
“ sampai sekarang juga korbannya idak melapor,” tandas Adryan singkat.
Kendati demikian, dia mengaku, akan tetap berupaya mengambil langkah agar kejadian serupa tidak terulang lagi, serta mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan, termasuk menghentikan praktek prostitusi terselubung yang masih kerap terjadi di gubuk derita.
“ Karena saya baru di sini, makanya saya kumpulkan Babinsanya, Satpol dan pihak kelurahan, untuk membicarakan langkah penanganan yang akan diberikan terkait gubuk derita,” pungkas Adryan. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.