Silaturahmi di Luyo, Dirga-Iskandar Janjikan Program 1 Juta Bibit Kakao Hingga Jalan Tani
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 22 September 2024 16:31 WITA
625 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar (Polman) Dirga Adhi Putra Singkarru dan Iskandar Muda Baharuddin Lopa, berjanji akan memajukan sektor pertanian dan perkebunan kakao di wilayah Luyo dan sekitarnya demi mensejahterakan kalangan petani.
Hal itu disampaikan Dirga-Iskandar (Digaskan) saat melakukan pertemuan silaturahmi dengan masyarakat Desa Mapilli Barat, Desa Pussui Barat dan Desa Batupanga Daala, di Kecamatan Luyo, Sabtu (21/09).
Pertemuan paslon dengan tagline Solid dan Amanah itu untuk menyerap aspirasi warga. Mereka juga membahas sejumlah persoalan, khususnya kakao, Mulai kelangkaan stok pupuk, bibit kakao, hingga pembukaan jalan tani.
Merespon keluhan warga, Dirga berjanji akan menjalankan program pengadaan 1 juta bobot kakao untuk petani jika memenangkan Pilkada 2024 di Polman. Dia mengaku akan menghidupkan kembali program Gernas kakao yang sempat masuk di Sulbar dan salah satunya di Polman sekira tahun 2009-2010 lalu.
"Hal itu menjadi prioritas kami ke depan, ditambah kakao kita di Polman ini usianya sudah tua sekitar 20 tahun sehingga pohon kakaonya sudah tidak produktif lagi menghasilkan buah sehingga memang perlu ada peremajaan," kata ketua DPW Nasdem Sulbar ini.
Terkait sulitnya petani mendapatkan bibit dan pupuk, Dirga mengaku akan melakukan restorasi data dari tingkat bawah untuk memudahkan digitalisasi data faktual lapangan. Termasuk memperketat pengawasan pendistribusian pupuk subsidi agar tidak disalahgunakan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
"Supaya datanya akurat karena biasanya jumlah kelompok tani di lapangan tidak sesuai dengan jumlah data di dinas terkait sehingga tidak ada lagi ketimpangan di situ," ujarnya.
"Nah ini perlu pengawasan yang ketat dari pihak terkait, karena kasihan kalau jatah pupuk untuk petani kita justru dijual keluar daerah. Nah jika nanti ada oknum yang kedapatan melakukan praktek curang seperti itu, maka kami tidak akan melindungi siapa pun itu dan menyerahkan ke penegak hukum untuk di proses sesuai dengan undang-undang yang berlaku," sambung Dirga.
Dia juga berniat melatih para petani untuk mengolah biji kakao yang telah dipanen menjadi barang jadi dengan nilai ekonomis yang lebih besar. Sehingga petani semakin sejahtera.
"Untuk meningkatkan nilai tambah, sehingga buah kakao yang diperjualbelikan tidak lagi mentah sehingga metode yang lama misalnya tanam, panen, jual. Sekarang harus ada tanam, panen, olah lalu di jual. Nah nilai olah inilah yang akan kita kembangkan ke depan sehingga memiliki nilai dampak ke petani dengan mengalami nilai yang tinggi," pungkas Dirga. (rls)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
