Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Setahun Kasus Pembunuhan Pasutri Belum Terungkap di Mamasa, Warga Gelar Aksi Keprihatinan

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 8 Agustus 2023 16:59 WITA 453 tayangan 2 menit baca
Setahun Kasus Pembunuhan Pasutri Belum Terungkap di Mamasa, Warga Gelar Aksi Keprihatinan
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMASA,- Ratusan warga memperingati setahun meninggalnya pasangan suami istri bernama Porepadang (54 tahun) dan Sabriani (50 tahun) yang tewas dibunuh  di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Warga menyalakan ratusan lilin dan mengibarkan bendera hitam sebagai simbol keprihatinan karena polisi belum berhasil mengungkap kasus ini. Aksi berlangsung di depan rumah almarhum di Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralle, Selasa pagi (08/08). Aksi ini diikuti kerabat, warga setempat dan siswa-siswi almarhum Porepadang yang semasa hidup pernah menjabat sebagai Kepala SMA 2 Buntu Malangka. “Ini memperingati satu tahun meninggalnya pasangan suami istri (Porepadang dan Sabriani),” kata salah satu keluarga almarhum, Atuwo kepada wartawan, Selasa (08/08/2023). Dalam aksinya itu, warga menyalakan sedikitnya 365 lilin simbol keprihatinan atas penegakan hukum terhadap kedua korban yang sampai saat ini belum menemukan titik terang. “Ini penyalaan lilin keprihatinan tentang penegakan hukum yang dilakukan pihak kepolisian terhadap pasutri Aralle,” ungkap Atuwo. Warga juga mengibarkan bendera hitam, karena menganggap penegakan hukum di Mamasa telah mati. “Juga melakukan lagi upacara penaikan bendera hitam menandakan lambing perkabungan matinya hukum di Mamasa,” jelas Atuwo. Atuwo lantas mempertanyakan kinerja polisi dalam menangani kasus pembunuhan ini. Sebab hingga saat ini polisi belum membekuk pelaku pembunuhan meski kasusnya telah setahun berlalu. “Kenapa di Mamasa dan Sulbar ini sudah satu tahun darah masih mengalir di dapatkan dan masih baru, ini kasus tidak pernah selesai,” tuturnya. Menurut Atuwo, tidak masuk akal jika polisi tidak dapat mengungkap kasus pembunuhan ini. Apalagi dengan dukungan kecanggihan teknologi yang ada saat ini. “Ini secara logika berfikir kami masyarakat awam, tidak masuk akal dengan tekhnologi kemajuan yang kita sudah perlihatkan, kemampuan Polri yang didukung tekhnologi, tidak masuk akal kasus ini tidak bisa diungkap,” pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, pasutri bernama Porepadang (54 tahun) dan Sabriani (50 tahun) ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi bersimbah darah di rumahnya. Anak korban bernama Marvel (14 tahun) juga ditemukan terluka. Peristiwa naas ini terjadi di Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, sekira pukul 07:00 Wita, Minggu (07/08/2022). (thaya)    
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman