Sebelumnya, kisah hidup Kaco Tenden menjadi viral di media sosial, lantaran belasan tahun bertahan hidup seorang diri di rumah yang nyaris ambruk.
Tidak jarang Kaco Tenden harus tidur dalam kondisi kehujanan ataupun kedinginin, lantaran hampir semua dinding rumahnya sudah terlepas, dengan beberapa atap yang sudah bolong.
Belitan kemiskinan membuatnya hanya dapat pasrah dengan kondisi yang dialaminya, “ Mau bagaimana lagi, jangankan untuk memperbaiki rumah untuk makan sehari-hari saja kadang susah “ ujarnya kepada wartawan, Senin (24/06/19).
Karena faktor kemiskinan jugalah menjadi alasan, membuat pria yang mengaku telah empat kali menikah ini, ditinggal pergi oleh istrinya yang terakhir.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Kaco Tenden mengandalkan pekerjaan sebagai pengumpul buah-buahan pada sepetak tanah kebun milik saudaranya, “ Selain buah kopi, saya juga mengumpulkan buah kepala dan pisang, dan buah-buahan lainnya, yang nantinya akan saya jual agas bisa mendapat sedikit uang “ ungkapnya.
Kaco Tenden mengaku memiliki empat orang anak, namun semuanya telah berkeluarga dan tinggal terpisah di rumah masing-masing pada beberapa tempat, “ Sebenarnya mereka sudah mengajak saya untuk meninggalkan rumah ini, tapi saya tidak ingin merepotkan dan lebih merasa nyaman tinggal di sini walau seorang diri “ katanya . (Thaya)
Sempat Viral, Gubuk Reot Milik Warga Miskin di Luyo Akhirnya Dibongkar
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 25 Juni 2019 14:26 WITA
762 tayangan
2 menit baca
LUYO,- Proses pembongkaran gubuk reot milik Kaco Tenden (54 tahun), warga Lingkungan Pallis, Kelurahan Batupanga, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, dilakukan atas kesepakatan pihak keluarga dan pemerintah setempat.
Pembongkaran yang berlangsung, Senin sore kemarin (24/06/19), sekira pukul 17:30, turut disaksikan Kapolsek Campalagian, IPTU Mustakim, Lurah Batupanga Darmawati, Bhabinkamtibmas AIPTU Zukipli dan Bhabinsa KOPTU Ridwan.
Pembongkaran ini dilakukan, setelah sebelumnya Kapolsek Campalagian memberikan pemahaman kepada Kaco Tenden alasan kenapa rumahnya harus dibongkar, “ Apapun alasannya, pihak keluarga harus mengupayakan agar orang tua tersebut (Kaco Tenden) mau ikut, setidaknya tinggal di rumah yang dekat dengan anak-anaknya, agar bisa mendapat pengawasan dan tempat yang lebih layak, bagaimana kalau dia tiba-tiba sakit dan tinggal seorang diri “ ujar Mustakim, kepada wartawan, Selasa (25/06/19)
Mustakim juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat (Kelurahan), yang akan memfasilitasi agar Kaco Tenden dapat dibuatkan rumah baru, “ Apalagi di sekitar rumah Kaco Tenden kami lihat ada beberapa kayu yang bisa dimanfaatkan, termasuk bekas rumahnya yang telah dibongkar “ ungkap Mustakim.
Untuk sementara waktu, Kaco Tenden menumpang di rumah salah seorang kerabatnya, sambil menunggu pembangunan rumah yang lebih layak untuknya.
Sebelumnya, kisah hidup Kaco Tenden menjadi viral di media sosial, lantaran belasan tahun bertahan hidup seorang diri di rumah yang nyaris ambruk.
Tidak jarang Kaco Tenden harus tidur dalam kondisi kehujanan ataupun kedinginin, lantaran hampir semua dinding rumahnya sudah terlepas, dengan beberapa atap yang sudah bolong.
Belitan kemiskinan membuatnya hanya dapat pasrah dengan kondisi yang dialaminya, “ Mau bagaimana lagi, jangankan untuk memperbaiki rumah untuk makan sehari-hari saja kadang susah “ ujarnya kepada wartawan, Senin (24/06/19).
Karena faktor kemiskinan jugalah menjadi alasan, membuat pria yang mengaku telah empat kali menikah ini, ditinggal pergi oleh istrinya yang terakhir.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Kaco Tenden mengandalkan pekerjaan sebagai pengumpul buah-buahan pada sepetak tanah kebun milik saudaranya, “ Selain buah kopi, saya juga mengumpulkan buah kepala dan pisang, dan buah-buahan lainnya, yang nantinya akan saya jual agas bisa mendapat sedikit uang “ ungkapnya.
Kaco Tenden mengaku memiliki empat orang anak, namun semuanya telah berkeluarga dan tinggal terpisah di rumah masing-masing pada beberapa tempat, “ Sebenarnya mereka sudah mengajak saya untuk meninggalkan rumah ini, tapi saya tidak ingin merepotkan dan lebih merasa nyaman tinggal di sini walau seorang diri “ katanya . (Thaya)
Sebelumnya, kisah hidup Kaco Tenden menjadi viral di media sosial, lantaran belasan tahun bertahan hidup seorang diri di rumah yang nyaris ambruk.
Tidak jarang Kaco Tenden harus tidur dalam kondisi kehujanan ataupun kedinginin, lantaran hampir semua dinding rumahnya sudah terlepas, dengan beberapa atap yang sudah bolong.
Belitan kemiskinan membuatnya hanya dapat pasrah dengan kondisi yang dialaminya, “ Mau bagaimana lagi, jangankan untuk memperbaiki rumah untuk makan sehari-hari saja kadang susah “ ujarnya kepada wartawan, Senin (24/06/19).
Karena faktor kemiskinan jugalah menjadi alasan, membuat pria yang mengaku telah empat kali menikah ini, ditinggal pergi oleh istrinya yang terakhir.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Kaco Tenden mengandalkan pekerjaan sebagai pengumpul buah-buahan pada sepetak tanah kebun milik saudaranya, “ Selain buah kopi, saya juga mengumpulkan buah kepala dan pisang, dan buah-buahan lainnya, yang nantinya akan saya jual agas bisa mendapat sedikit uang “ ungkapnya.
Kaco Tenden mengaku memiliki empat orang anak, namun semuanya telah berkeluarga dan tinggal terpisah di rumah masing-masing pada beberapa tempat, “ Sebenarnya mereka sudah mengajak saya untuk meninggalkan rumah ini, tapi saya tidak ingin merepotkan dan lebih merasa nyaman tinggal di sini walau seorang diri “ katanya . (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.