Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Sempat Marah karena Istri Enggan Temani Makan Malam, Pria di Tutar Nekat Gantung Diri

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 18 Oktober 2022 17:47 WITA 538 tayangan 2 menit baca
Sempat Marah karena Istri Enggan Temani Makan Malam, Pria di Tutar Nekat Gantung Diri
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
Peringatan ! informasi dalam artikel ini tidak untuk ditiru. Jika merasakan ada gejala depresi ataupun keinginan untuk mengakhiri hidup,  harap segera berkonsultasi  kepada pihak yang dapat membantu untuk langkah pencegahan. TUTAR,- Seorang pria di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi tergantung di rumahnya. Korban berinisial HJ (23 tahun) diduga nekat bunuh diri, gegara tersinggung lantaran istrinya menolak menemani makan malam. “Berdasarkan keterangan istri korban, sebelumnya korban diketahui marah hingga menghamburkan nasi dan beras di rumahnya, lantaran istrinya menolak menemani makan malam,”kata Kapolsek Tutar, IPDA Rahman kepada wartawan melalui pesan singkat (18/10/2022) Persitiwa bunuh diri yang gegerkan warga ini, terjadi di Kecamatan Tutar, Senin (17/10). Menurut IPDA Rahman, sang istri berinisial MS (24 tahun) menolak permintaan korban lantaran sudah makan duluan. “Istrinya menolak makan dengan alasan sudah makan duluan, sehingga membuat korban tersinggung dan marah,”ungkapnya. “Saat itu istri korban yang merasa ketakutan memilih meninggalkan rumahnya menuju rumah keluarga korban, untuk menenangkan diri,”sambung IPDA Rahman menjelaskan. Menurut IPDA Rahman, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh istrinya setelah kembali pulang ke rumahnya, sekira pukul 06:00 wita,Senin pagi (17/10). “Istri korban bermalam di rumah keluarga korban karena tidak dijemput untuk pulang. Setelah kembali ke rumahnya, sang istri kaget melihat suaminya sudah tergantung,”bebernya. Untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi sempat mendatangkan Tim Medis Puskesmas Tutar agar melakukan pemeriksaan. “Berdasarkan hasil pemeriksaan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, yang diperkirakan meninggal tujuh jam sebelum ditemukan,”ujar Rahman. Diakui IPDA Rahman, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap korban, dan menganggap kejadian ini murni bunuh diri. “Pihak keluarga telah memakamkan korban,”pungkasnya. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman