Minggu, 8 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Semangat Cairi, Pemulung Tua di Polewali

Penulis / Redaksi: admin
Minggu, 3 Maret 2019 16:38 WITA 2,108 tayangan 3 menit baca
Semangat Cairi, Pemulung Tua di Polewali
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI,- Menghabiskan usia tua, dengan hidup tenang dan nyaman bersama keluarga tercinta, tentunya menjadi dambaan setiap orang. Tetapi tidak bagi Madina (80 tahun), Warga Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali , Polewali Mandar. Diusinya yang sudah semakin uzur, Madina yang biasa disapai Cairi, seorang diri harus menjalani hidup dengan kondisi memprihatinkan. Saat penulis berjumpa dengannya beberapa waktu lalu, Cairi sedang mengais sampah di sekitaran Kantor Pengadilan Agama Polewali, di Jalan Budi Utomo, menggunakan sepotong besi , alat yang biasa dipakai untuk mengutak atik tumpukan sampah. Hampir semua rambut Cairi telah memutih, dengan beberapa gigi yang terlihat sudah tanggal, seakan pertanda bahwa usianya yang tidak lagi muda. Di punggungnya terdapat sebuah karung usang, berisi sampah plastic dan kertas, membuat tubuhnya terlihat membungkuk, karena beban yang harus dipikulnya. Penulis harus menyapa Cairi berulang kali, dengan suara yang sedikit besar, ini dikarenakan, fungsi pendengarannya yang sedikit terganggu, “ kasi besar sedikit suarata nak, soalnya saya tidak terlalu mendengar “ ucapnya ramah, dalam Bahasa daerah. Ketika penulis menanyakan tempat tinggalnya, Cairi yang saat itu mengenakan baju kaos bermotif garis-garis berawarna biru putih dengan celana pendek berwarna merah, mengaku tinggal seorang diri pada sebuah gubuk di sekitar bantaran sungai “ saya tinggal jauh dari sini nak, di dekat sungai “ jawabnya sembari menunjuk ke arah utara. Kulit Cairi terlihat hitam legam, seolah akibat terbakar sengatan panas cahaya matahari. Kendati mengenakan sandal jepit, kakinya kusam akibat debu jalanan yang tiap hari harus disusuri untuk mengumpulkan sampah yang menjadi penyambung hidupnya, “ biasanya pekerjaan ini saya mulai dari pagi sampai siang, kalau matahari sudah di atas kepala, saya baru kembali pulang ke rumah “ ujarnya sambil menyeka keringat yang menetes di wajahnya. Diakui, pekerjaan sebagai pemulung sampah sudah bertahun-tahun dijalani, agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, “ lamami saya bekerja begini, soalnya cuman iniji yang bisa saya kerjakan, supaya ada uangku untuk makan, kalau tidak kerjaka mauka makan apa “ sebutnya lirih. Dijelaskan, bahwa plastik dan kertas yang dipulungnya dalam sehari tidak langsung dijual namun dikumpulkan terlebih dahulu hingga jumlahnya banyak, “ ini tidak bisa langsung dijual, biasanya dikumpul dulu sampai seminggu, hasilnya tidak banyak, paling sekali jual cuman dapat seratus ribu saja “ katanya dengan senyum. Kendati uang yang diperoleh dari hasil memulung sampah plastic dan kertas, jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Cairi mengaku bersyukur, karena ada tetatangga dan warga lainnya yang kerap peduli dan memberikan sedikit uang untuk bekal hidup setiap hari. Cairi mengaku, pernah menikah, namun sang suami telah meninggal. Dari hasil pernikahannya tersebut tidak dikaruniai anak. Cairi memiliki seorang anak angkat dan telah berkeluarga sendiri, “ pernahka menikah nak, tapi tidak ada anakku, meninggalmi juga suamiku, adaji anak angkatku tapi dia sudah berkeluarga sendiri dan tinggal di kampung lain “ ungkapnya. Walau menjalani hidup seorang diri dan masih harus bekerja keras dengan menjadi pemulung diusianya yang sudah sangat tua, Cairi mengaku tidak pernah malu apalagi bersedih. Cairi tetap bersemangat karena baginya, terus berusaha masih lebih baik daripada hanya berpangku tangan di rumah dan menunggu belas kasih warga, “ kenapa mau malu, biarmi saya begini daripada meminta-minta, yang penting saya sudah berusaha, soal rezki ada tuhan yang mengaturnya “ pungkasnya, sembari berlalu pergi melanjutkan perjalanan untuk memulung sampah. (Thaya)        
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman