Minggu, 8 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Sekprov Sulbar, Jadi Narasumber FGD Transmigrasi di Yogyakarta

Penulis / Redaksi: admin
Sabtu, 29 Juni 2019 20:16 WITA 706 tayangan 2 menit baca
Sekprov Sulbar, Jadi Narasumber FGD Transmigrasi di Yogyakarta
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
YOGYAKARTA,- Sekprov Sulbar Muhammad Idris menjadi salah satu narasumber pada acara Forum Group Discussion (FGD) II Penyusuran Arah Kebijakan Pengembangan Transmigrasi tahun 2020-2024, yang berlangsung di Auditorium Merapi, Fakultas Geografi, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (29/06/19). FGD tersebut mengusung tema  “ Inovasi Pengambangan Sumber Daya Manusia Untuk Mendukung Era baru Transmigrasi 4.0 “. Selain Idris, narasumber lain dalam kegiatan ini masing-masing, Tim Advisor Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Prof.Dr.haryono Suyono, Direktur Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB) Fakultas Geografi, UGM, Prof.Suratman, M.Si. Pada kesempatan tersebut, Muhammad Idris mengatakan, sejak terbentuk menjadi daerah otonomi baru (DOB__ tahun 2006-2019 telah dibangun UPT pada enam kabupaten, yaitu UPT Botteng Kabupateng Mamuju (2006-2011), UPT Patambanua Kabupaten Polman (2004-2009), UPT Lakahang Kabupaten Mamasa (2007-2012), UPT Sinyonyoi Kabupaten Mamuju (2009-2019), UPT Botteng Passembuk, Kabupaten Mamasa (2011-2017) dan UPT Ulumanda Kabupaten Majene (2011-2018),. “ Sejak pembangunan trasmigrasi di Sulawesi Barat telah mendorong terbentuknya dua daerah baru yaitu Kabupaten Mateng dan Kabupaten Matra yang terdiri 80 desa dan 12 kecamatan “ sebut Idris. Masih kata Idris, terdapat beberapa tantangan dalam pengembangan transmigrasi, pertama belum terpenuhnya standar pelayanan minimum (SPM) dalam pembangunan saran dan prasarana permukiman kawasan transmigrasi sebagai akibat dari belum adanya SPM di kawasan transmigrasi yang sesuai dengan SPM sector nasional mendukung era 4.0, kedua, semaakin terbatasnya kesediaan lahan yang memenuhi unsur 2c (clean and clear) dan 3 L (Layak huni, layak berkembang dan layak lingkungan), ketiga belum optimalnya perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dan pengembangan ketransmigrasian secara lintas sector, keempat, masih terbatasnya kontribusi kawasan transmigrasi dalam mewujudkan kemandirian pangan dan tantangan terakhir adalah belum optimalnya data dan informasi serta hasil penelitian dan pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. (ADVETORIAL)    
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman