Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Sebuah Rumah Warga di Anreapi Roboh Diterjang Luapan Arus Sungai

Penulis / Redaksi: admin
Sabtu, 21 Januari 2023 05:20 WITA 378 tayangan 2 menit baca
Sebuah Rumah Warga di Anreapi Roboh Diterjang Luapan Arus Sungai
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
ANREAPI,- Sebuah rumah warga di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, roboh diterjang arus sungai yang meluap. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pemilik rumah kini mengungsi ke tempat kerabat yang dianggap aman, tidak jauh dari lokasi kejadian. “Pemilik rumah sementara saat ini berada di rumah kerabatnya di sekitar sini yang aman,” kata Kasubsektor Polsek Anreapi, Ipda Arifin kepada wartawan, Jumat (20/01/2023). Terjangan arus sungai yang merusak rumah warga terjadi di Kelurahan Anreapi, Kecamatan Anreapi, sekira pukul 16:00 wita, Jumat (20/1). Rumah yang rusak milik warga setempat bernama Abbas (65 tahun). Rumah tersebut tepat berada di bantaran sungai Kunyi yang meluap. Menurut Ipda Arifin, luapan sungai Kunyi disebabkan tingginya curah hujan di daerah hulu. Dia menyebut, kerusakan rumah berada pada bagian belakang yang roboh akibat tergerus arus sungai. “Penyebab utamanya ini aliran sungai meningkat, diperkirakan karena hujan di hulu cukup deras, ini rumahnya warga kebetulan pada bagian belakang daput dan bagian kamar mandi rusak tergerus air, memang dekat dengan bantaran sungai,” bebernya. Arifin juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. “Kalau diperkirakan kerugian menurut korban kerugian materil sekitar 50 juta, korban jiwa nihil,” tandasnya. Sementara Abbas mengungkapkan, jika luapan air sungai mulai terjadi sekira pukul 14:00 wita, Jumat (20/1). Saat itu sejumlah keluarganya sudah mulai mengungsi, sedangkan dirinya memilih bertahan di rumah. “Sekitar jam dua air sudah naik tapi belum keras, saya lihat sudah membahayakan karena sudah naik ke pondasi rumah, keluarga lari, saya masih tinggal,” tutur Abbas yang dikonfirmasi terpisah. Abbas mengaku baru meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri, setelah melihat rumahnya roboh. Menurutnya, luapan air sungai yang terjadi kali ini paling besar dibanding sebelumnya. “Setelah air semakin naik saya mulai was-was, karena barusan begini tinggi sekali melewati pondasi rumah, sudah berbahaya, hilang semua pohon-pohon nahantam, roboh (rumah) saya lari,” tutupnya. (Thaya)  
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman