Sampah Terbawa Ombak Menumpuk di Kawasan Wisata Palippis Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 5 Januari 2023 19:29 WITA
498 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Gelombang tinggi menerjang kawasan pantai wisata Palippis di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Ombak membawa material sampah yang menumpuk di pinggir pantai.
Pantauan wartawan (04/01), material sampah yang terbawa ombak terdiri dari limbah rumah tangga, sampah plastik, kain sisa pakaian, hingga batang kayu berukuran besar.
Tumpukan sampah tersebut berserakan, hingga menutupi permukaan pantai sepanjang lebih kurang 50 meter.
“Itu sampah dari luar yang terbawa ombak,” kata salah satu warga yang bermukim di sekitar pantai wisata Palippis, Anni kepada wartawan, Rabu (04/01/2023).
Pantai wisata Palippis berada di Desa Bala, Kecamatan Balanipa. Gelombang tinggi telah menerjang kawasan wisata berpasir putih ini, sejak akhir tahun 2022 kemarin.
“Waktu akhir tahun ombaknya lebih besar, dampaknya juga lebih parah karena disertai angin kencang, kayu besar yang terbawa ombak terseret hingga ke tempat kami berjualan,” ungkap Anni.
Hal sama diungkapkan warga lainnya Nasria. Dia mengaku resah, lantaran keberadaan sampah yang terbawa ombak, mengotori keindahan kawasan wisata pantai ini.
“Sangat mengganggu (sampah), karena jadi terlihat kotor ini pantai,” ucapnya.
Diakui Nasria, sejak gelombang tinggi menerjang, setiap hari dirinya bersama warga lain harus bekerja keras membersihkan sampah yang terbawa ombak. Mereka tidak ingin keberadaan tumpukan sampah ini, mengganggu kenyamanan pengunjung.
“Kalau kayu besar biasanya kita dorong lagi ke pantai dengan harapan bisa hanyut, atau kita kumpulkan di satu tempat, sementara sampah plastik kami upayakan dikumpul lalu dibakar,” tuturnya.
“Paling tidak ada upaya untuk mengurangi, supaya pengunjung tidak terganggu,”sambung Nasria tersenyum.
Menurut Nasria, gelombang tinggi yang rutin terjadi setiap tahun, menyebabkan abrasi di kawasan wisata ini. Puluhan pohon yang dulunya berjejer di sepanjang pesisir pantai, telah hilang disapu ombak.
“Kalau kondisi ini telah cepat mendapat penanganan, nantinya kawasan wisata ini tinggal kenangan,” pungkasnya. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.